Merobek Daun

Awalnya aku mengajarkan cara merobek pada Zee dengan menggunakan kertas. Dia akan merobek kertas dibagian ujung menjadi kecil - kecil. Lalu dimasukkan ke mulut. Hal yang membuatku harus selalu mengawasinya saat merobek, agar kejadian memakan kertas dapat dihindari. 🤭.
 
Ketika sudah mulai bosan, aku mengganti kertas dengan daun. Daun yang kupilih adalah daun pisang. Mengapa? Tulang daunnya teratur. Jadi lebih mudah bagi Zee untuk merobeknya.
Sama seperti merobek kertas, saat merobek daun pun harus dipastikan tak ada daun yang masuk ke mulut.
 
Dan ini kisahnya...
 
"Zee tunggu Tiya disini saja. Tidak boleh kemana - mana," aku mewanti - wanti. "Duduk dikursi saja," kutegaskan lagi perintahnya pada bayi berusia 16 bulan ini.
 
Zee mengangguk seraya jari telunjuk tangan kanannya diangkat dan digoyangkan. Meniru apa yang kulakukan padanya.
 
Pagi itu, kami sedang bermain diteras seraya menyaksikan pemandangan lalu lalang orang didepan rumah.
 
Aku beranjak masuk ke dalam untuk mengambil air minum untuk Zee.
 
Tak lama, aku kembali dan mendapatinya tengah asyik duduk dilantai. Hhmm.. dia melanggar perintahku. 😁.
 
"Lagi apa, Zee?" Tanyaku penasaran.
Zee menunjukkan potongan - potongan kecil warna campuran merah muda, hijau dan kuning.
 
"Apa ini?" Aku mengamati lebih tajam.
 
Dan... O..o.....
 
"Zee, ini tanamannya Uyut Akung. Kok dirobek - robek kayak gini?" Aku berkata sambil nyengir kuda.
 
Zee hanya tersenyum saja. Sementara Tiya sibuk mencari cara memberitahukan ke Uyut Akung. 😁.
 
Post : Fb

 

Komentar

Postingan Populer