Love
Entah bagaimana asal muasalnya, tapi sejak beberapa waktu lalu, bertambah lagi salam perpisahan Zee.
Selain cium tangan, melambaikan tangan, maka berikutnya adalah menunjukkan jari jempol dan telunjuk yang menyatu. Membentuk tanda 'love'.
Dan ini ceritanya...
"Itu ada kentang goreng," Uyut Titi memberitahu. "Enak lho. Masih hangat."
Maka duduklah Neti dan Zee diteras belakang, sembari menikmati pagi dengan kentang goreng dan jus alpukat.
Sesekali diselingi dengan senda gurau kami. Hingga...

Tapi Zee tidak menggubrisnya. Dia terus saja melangkah. Ternyata dia tertarik pada seekor kucing yang mampir ke halaman belakang.
Dipanggilnya kucing ini dengan panggilan yang tidak bisa kutuliskan dengan huruf. Bila orang biasa memanggil dengan 'pus' atau 'meong', maka Zee memanggilnya dengan bunyi yang menyerupai suara tikus. 'Cit.. cit..cit'.
Dan kali ini sedikit berbeda. Selain dengan panggilan itu, juga disertai dengan kedua tangannya yang membentuk tanda love.
"Zee, kucingnya gak tahu saranghaeyo," ujar Neti yang disambut tawa geli kami semua.
Zee, mah... ada - ada ajah...
.
Post : Ig
Komentar