Katuk

 

Bermain bersama Zee, tidak hanya membutuhkan kekuatan kaki, karena dia sudah banyak berjalan kesana kemari. Tapi juga koordinasi mata dan tangan yang harus bergerak cepat. Maksudnya?
 
Pagi ini, kembali halaman belakang menjadi pilihan untuk bermain. Berjalan diantara tanaman, menjelaskan hal yang sama, bercerita ini itu, monolog yang tiada henti. Begitulah ketika aku bersama Zee.
Hingga sampai pada deretan pohon katuk.
 
"Yang ini, namanya pohon katuk, Zee. Bagus untuk memperlancar ASI. Dulu, menjelang Zee lahir, Uyut Titi sering memasak sayur katuk untuk Ama. Jadinya, Ama punya banyak ASI untuk Zeezee," kembali aku bercerita panjang kali lebar. Dan seperti biasanya juga, aku bermonolog. 😁.
 
Zee menunjuk ke arah atas pohon katuk. Dan kulihat ada beberapa buahnya. Kuambil dan kuberikan pada Zee.
 
"Ini buahnya katuk. Gak bisa dimakan. Hanya untuk dimainkan saja, ya," aku memberitahu.
 
Dan sepersekian detik dari aku mengakhiri pemberitahuan, Zee sudah memasukkan buah katuk ke dalam mulutnya. Dan tanganku pun segera mengambilnya kembali.
 
Zee suka gitu, deh.. semua dimasukkan ke mulut. 😭.
 
Post : Ig

Komentar

Postingan Populer