Jemput
"Jemput, ya," begitu pesan adek besar digrup wa. Permintaan yang dulu
biasa kami mintakan padanya bila datang dari bepergian. Dan kini
dimintakannya pada kami. Dia akan datang akhir pekan ini.
"Nanti ikut jemput, ya," ujar mbak saat kami duduk diruang makan. Aku mengiyakan.
"Zee ikut jemput Opa, ya," bisik mbak.
"Ha? Ikutan juga?" Tanyaku sambil berbisik juga.
"Iya. Biar rame," jawab mbak.
Kenapa kami berbincang sambil berbisik?
Karena kami tidak ingin ibu dan bapak mendengar pembicaraan.
Mengapa?
Lantaran kehadiran adek besar selalu kami jadikan sebagai kejutan untuk keduanya.
Maka
pergilah kami beramai - ramai. Termasuk 2 keponakan cantik. Mobil
menjadi penuh penumpang. Saat adek besar membuka pintu mobil, dia
terkaget - kaget.
"Ha? Ikut semua?" Tanyanya heran.
"Iya," jawab mbak. "Biar terlihat rame. Jadi kalau ada yang mau macem - macem, gak berani," jelas mbak.
Yups! Karena kali ini adek besar datang menjelang tengah malam.
.
Post : Note
Komentar