Do'a
Sejak berusia 0 tahun, Zee sudah biasa diperdengarkan do'a - do'a sederhana. Seperti do'a sebelum dan sesudah makan. Juga do'a sebelum dan sesudah bangun tidur.
Seiring waktu berjalan, sekarang Zee sudah mampu menirukan gerakan berdo'a seperti mengangkat tangan ketika dibacakan do'a dan mengucapkan 'aamiin' diakhir. Walau belum jelas pengucapannya.
Dan inilah ceritanya...
"Sudah bangun, Zee? Pinter lho. Gak pake nangis," ujarku saat melihat mbak keluar dari kamar dengan menggendong Zee.
Siang itu, dia tidur dikamarku. Sengaja pintu kamar kubuka sedikit, agar nanti ketika Zee bangun bisa langsung berjalan sendiri keluar kamar. Tapi tampaknya kali ini dia terbangun tepat saat sang Neti masuk kamar. Sehingga dia keluar dengan digendong.
"Sudah dido'ain belum, Net?" Tanyaku pada mbak. Sekarang aku sering menyapa mbak dengan panggilan Neti. Mengikuti panggilan Zee padanya.
"Oiya. Belum, ya?" Mbak pun melafazkan do'a.
"Salah, mbak. Itu do'a mau makan," aku mengoreksi.
.
Tersadar karena salah, mbak langsung melafazkan do'a bangun tidur.
"Kurang, tuh do'a nya. Ahyaanaa belum dibacakan," ujarku. Kembali mengoreksi.
"Sudah, kok. Gak denger ajah," sahut mbak.
Aku tetap protes dan akhirnya kami eyel - eyelan. Sementara Zee tampak memandangi kami dengan nyawa yang sepertinya belum terkumpul diraga seakan berkata, "Jadi dido'ain gak, nih? Kalau gak, mau tidur lagi."
.
Post : Fb
Komentar