Daun Pisang
Bersama Zee, bagiku, adalah sebuah proses belajar mengenal tumbuh kembangnya.
Melihatnya terus bertumbuh, belajar banyak hal dari hari ke hari, mengenali emosinya, menikmati proses berkembangnya dan banyak lagi.
Berusaha semampuku untuk menjadikan setiap waktu bersamanya terlewati dengan berkualitas. Pastinya tidak sempurna. Tapi selalu ada cerita dibaliknya...
"Kita main dibelakang, yok," ajakku pada Zee disuatu pagi. Bosan selalu bermain di halaman depan, kali ini aku ingin mengajaknya mengenal lingkungan dibelakang rumah.
Tanpa penolakan, Zee hayuk ajah ketika kupasangkan sepatu dan bersiap bermain.
Awalnya kuajak berjalan disekitar kolam ikan. Tak sekedar berjalan tapi juga disertai 'ceramah' panjang kali lebar.
. Seperti... menunjukkan batas berjalannya dipinggir kolam. Juga memberitahukan bahwa tidak boleh bermain sendiri saat melihat ikan dikolam. Harus ditemani. Karena berbahaya. Bla.. bla..bla.. Zee pastinya sudah terbiasa mendengar ocehanku yang tak putus.
Bosan melihat ikan, Zee memilih untuk berjalan ke kebun belakang. Dan menemukan daun pisang yang menjuntai dari kebun samping rumah. Sebuah ide bermain pun muncul.

Sudah dapat kuduga. Zee penasaran dan ingin melakukan hal yang sama. Kuberikan daun pisang yang masih utuh. Dan mulailah dia belajar merobeknya. Menggunakan jari - jari tangan mungilnya, sekejap saja lembaran daun pisang itu sudah berbentuk lebih kecil. Karena tulang daun pisang lebih teratur, sehingga lebih mudah merobeknya.
Dan ini, menarik untuk Zee. Karena sesuatu yang baru. Tanpa disadarinya, batita ini sudah melatih kekuatan jari - jari tangannya sebagai persiapan belajar ke tahap berikutnya.
Semangat bermain sambil belajar Zee...
.
Post : Ig
Komentar