Cubit

 

Begini....

Aku memiliki kebiasaan. Ketika bertemu dengan anak kecil dan ingin memeluk atau mencium, terlebih dahulu meminta ijin pada si anak atau orang tuanya. 'Boleh peluk gak? Boleh cium gak?
Karena tidak semua anak mau dipeluk atau dicium orang lain. Pun begitu juga dengan orang tuanya, belum tentu berkenan bila anaknya dicium atau dipeluk untuk alasan tertentu. Misalnya untuk alasan kesehatan.
 
Hal yang sama kulakukan pada Zee. Tapi untuk urusan yang seperti ini....
 
"Zeenata, itu alat masak Tiya. Bukan untuk mainan. Balikin lagi ke raknya," aku mulai ribut lantaran Zee mulai memainkan pengaduk roti yang ada dirak. 
 
Badannya sudah mulai meninggi, sehingga rak yang hanya setinggi perut orang dewasa, telah dapat dijangkaunya.
 
Zee mengabaikan perintahku. Batita ini malah mencoba mengambil mixer dirak, yang kuletakkan agak ke belakang.
 
Tak mau ambil resiko, aku menghampirinya. "Ini bukan buat mainan. Kalau mixernya rusak, Tiya gak bisa bikin kue buat Zee," ujarku seraya menyisihkan mixer ke bagian yang lebih dalam.
 
Seakan menggoda dan menguji kesabaranku, Zee masih tetap berusaha untuk mengambil mixer tersebut. Lalu kupegang kedua tangannya dan berkata, "Tiya boleh cubit gak?"
 
Zee segera berlalu mencari Uyut Titi dan mencubitnya. Selalu begitu setiap kali ada pertanyaan 'boleh cubit gak?' Aneh!! 
 
Posting : Fb

Komentar

Postingan Populer