Copy Paste
Sudah menjadi kebiasaanku sejak dulu, saat masih bermain dengan anak - anak di sekolah, ketika berbicara sesuatu yang kuanggap penting, maka jari telunjuk tangan kanan pun ikut terangkat. Seakan ingin lebih menegaskan bahwa ini, tuh penting banget.
.
Dan hal yang sama masih tetap kulakukan pada Zee. Ini contohnya....
Pagi ini, mbak harus keluar rumah untuk bertemu dengan rekan kerjanya. Zee yang melihat sang Neti sudah tampil rapi dengan kerudung langsung lari menghampiri. Ditinggalkannya mainan yang ada diteras depan.
"Neti pergi kerja, ya. Zee dirumah sama Tiya," pesan mbak seraya memberi pelukan.
Mengetahui bahwa dia hanya dipamiti tanpa diajak pergi, tentu saja membuat Zee melepas kepergian sang Neti dengan tangisan yang super duper mengundang perhatian. Lantaran suaranya yang keras dan melengking.
Tak dihiraukannya lambaian tangan mbak. Tak pula hendak menghentikan tangisan ketika mobil yang dikendarai neneknya telah hilang dari pandangan.
"Zee, masih mau diterusin, nih nangisnya?" Tanyaku ringan. "Ya sudah. Nangis ajah terus. Tapi kalau suaranya habis, Tiya gak bantu cari suara, ya," lanjutku dengan penekanan suara disana sini.
Dan lihatlah apa yang dilakukan Zee... Dia menghentikan tangis, mengangkat jari telunjuknya sambil menggerak - gerakkannya. Sama seperti yang kulakukan saat tadi menenangkannya dari tangisan.
Oklah.. tampaknya sudah ada yang mulai meng-copy Tiya.
.
Post : Fb
Komentar