Posyandu

Sebagaimana balita lainnya, maka Zee pun setiap bulan datang ke Posyandu untuk dipantau tumbuh kembangnya.

Ditimbang badannya. Diukur tinggi badan, juga lingkar kepala. Diberikan makanan sehat pendamping ASI.
 
Saat covid masih berlangsung, kader posyandu akan mengunjungi setiap rumah yang memiliki balita. Mengumpullan data yang diperlukan. Sekarang, ketika semua sudah kembali normal, Posyandu diadakan dirumah salah satu perangkat desa. 
 
Disuatu masa, ketika sang Ama - panggilan Zee untuk ibunya - sedang tidak bisa mengantar posyandu lantaran ada kuliah, maka aku dan mbak yang membawa Zee untuk mengikuti kegiatan posyandu.
 
Karena mbak yang memegang kemudi, maka aku menggendong Zee. Saat pendaftaran, mbak antri ke bagian pendaftaran, sementara aku menepi dengan Zee masih tetap kugendong.
 
Setelah memberikan beberapa data yang diperlukan, petugas bertanya pada mbak, "KB nya apa, bu?" Rupanya ini salah satu informasi data yang diminta ketika posyandu. Tentang alat kontrasepsi yang digunakan oleh pasangan suami istri.
 
"Wah, saya gak tahu. Nanti tanyakan saja sama orang tuanya," jawab mbak.
 
"Ibu siapanya?"
 
"Saya neneknya," jawab mbak lagi.
 
Lalu si petugas ganti menanyaiku yang berdiri disamping mbak.
"KB nya apa, bu?"
 
"Walah.. saya juga ndak tahu, ya. Besok ajah tanyain langsung sama ibunya," jawabku sambil nyengir.
 
"Lha? Ibu siapanya?" Si petugas tampak bingung.
 
"Saya juga eyangnya," jawabku seraya menahan tawa.
 
"Oalah... ini nenek nya semua?" Si petugas tersenyum lebar. 
 
Tampaknya masker yang kami kenakan mampu memberikan kesan bila kami - aku dan mbak - masih pantas memiliki bayi seusia Zee... 🤣🤣.
 
Posting : fb

Komentar

Postingan Populer