Kakak
Pagi hari adalah saat yang tepat bagi Zee untuk duduk santai di teras depan rumah. Seraya sarapan pagi. Menikmati sinar matahari sembari melihat lalu lalang orang dan kendaraan.
Dia suka sekali dengan pemandangan ini. Sesekali menyapa anak - anak sekolah yang berjalan berkelompok. Memanggil mereka dengan panggilan 'Akak'... 'Akak'...yang maksudnya 'kakak'. Zee akan kegirangan bila sapaan ini berbalas. Ketika anak - anak sekolah ini melambaikan tangannya.
"Akak!" Serunya.
Aku yang duduk membelakangi jalan, segera membalikkan badan. Melihat ke arah yang ditunjuk oleh Zee.
"Gak ada kakak, tuh," ujarku.
"Akak," kembali dia menunjuk ke jalan.
Aku hanya melihat dua orang perempuan yang duduk di pos ronda seberang rumah.
"Itu bukan kakak. Tapi tante," jelasku.
"Akak," kali ini Zee menunjuk ke dalam rumah.
Aku tahu maksudnya. "Iya. Kakak didalam," jawabku.
Jadi... keponakan cantik yang bungsu, meminta untuk tidak dipanggil Tante oleh Zee. Dia memilih sapaan 'Kakak'. Alasannya.... karena dia merasa masih pantas berstatus kakak.
.
Posting : Fb
Komentar