Bandana
Layaknya anak perempuan lain, maka Zee pun sesekali diberikan hiasan dikelapa untuk mempercantik dirinya. Seperti bandana.
Namun
dia bukan tipikal anak yang betah berlama - lama dengan sesuatu yang
ada dikepala. Kerudung, bandana hanya bertahan sesaat saja untuk
kemudian dilepasnya kembali.
Bila menginginkan benda - benda ini
bertahan lama, maka solusinya adalah mengajaknya berjalan - jalan. Dapat
dipastikan Zee akan dengan senang hati menggunakan kerudung atau
bandana.
Dan ini .... ceritanya...
"Zee, kita sarapan di teras depan, yok," ajakku disuatu pagi. "Bandananya dipakai, ya. Biar cantiknya kelihatan," lanjutku.
Maka
tanpa penolakan, Zee menggunakan bandana pemberian salah satu eyang
buyutnya. Bandana yang berhiaskan pita warna merah diatasnya.
Sambil duduk dikursi dan sesekali menunjuk sana sini seakan mau bertanya, Zee menikmati sarapan paginya.
Tak
lama, dia mulai bosan dan melepas bandananya. Diberikan padaku sambil
memegang kepalanya dan menunjuk kepadaku. Aku tahu maksudnya.
"Tiya pakai bandana? Nanti saja kalau didalam rumah," ujarku menolak permintaannya.
Bandana
ini memiliki bentuk yang elastis. Dapat menyesuaikan dengan kepala si
pemakai. Tak heran bila aku lebih sering memakainya dari pada Zee.
Karena lebih pas dikepala dan tidak mudah lepas.
Zee masih terus memaksaku untuk memakainya sambil mengangsurkan bandana ke hadapanku. Dan aku tetap menolaknya.
Kalau Zee yang memakainya terlihat imut dan lucu. Tapi kalau Tiya.. lebih ke amit - amit.
. Posting : IG
Komentar