Panggilan Baru

 

Ketika keponakan cantik mengumumkan kehamilannya, kemudian aku dan mbak 'sibuk' mencari nama panggilan yang kami inginkan, sebenarnya kami sedang meneruskan 'kebiasaan' dikeluarga ini. Dimana setiap orang memiliki nama panggilan sendiri. Sehingga ketika panggilan itu disebutkan, seisi rumah sudah tahu siapakah yang dimaksudkan.
 
 May be an image of 2 people and headscarf
Seperti saat panggilan 'mbak' dikumandangkan, maka yang dimaksud adalah kakak perempuanku. Karena untuk keponakan cantik yang sulung, dia biasa disapa dengan 'cici'.
Atau ketika panggilan 'ibu' diperdengarkan, maka yang akan menjawab adalah orang tua perempuan kami. Karena mbak, walau resminya memiliki panggilan 'ibu' juga, tapi putrinya biasa menyapa dengan 'mami'. 😁.
 
Dengan alasan inilah, kami memutuskan untuk mencari panggilan tersendiri bila si debay nanti lahir. Agar tidak sama dengan ibu, yang biasa disapa 'Titi' oleh keponakanku.
 
Dan inilah ceritanya...
"Mbak sudah punya panggilan pengganti si mbah?" Tanyaku seraya tersenyum lebar.
"Sudah dong."
"Apa?"
"Ntar ajah. Kalau bayinya sudah lahir," jawabnya berteka - teki.
"Ok, deh. Kalau gitu, adek juga kasih tahunya besok ajah," sahutku tak kalah berahasia.
Selama berbulan, kami menyimpan masing - masing panggilan yang kami inginkan..
 
Dan... ketika pada tanggal 4 juli 2021 pukul 19.05, seorang bayi perempuan mungil terlahir ke dunia, nama panggilan itupun resmi disematkan.

Hai.. kenalkan sapaan baru kami... Tiya dan Neti... 😂.
 
Post : Ig

Komentar

Postingan Populer