Sarapan Pagi
Mengajak bapak ibu sarapan pagi di pantai. Begitu judul cerita hari ini..
Sudah
menjadi 'kebiasaan' aku dan mbak, selama pandemi berlangsung, mengajak
bapak ibu berjalan - jalan diudara terbuka. Dan pilihan kami selalu ke
pantai.
Namun beberapa waktu belakangan ini, kebiasaan yang
mengasyikkan ini selalu gagal dijalankan. Lantaran hujan yang selalu
datang saat Subuh menjelang.
Yups! Kami biasa pergi ke pantai
seusai shalat subuh. Ketika pantai masih begitu sepi dan kami bisa
leluasa menikmati suasana pantai dipagi hari. Ketika orang mulai
berdatangan, kami pun mulai berkemas, bersiap untuk pulang.
Dan
hari ini, kebiasaan lama ini dapat kami lakukan lagi. Tak ingin pergi
sendiri, maka aku pun mengajak adik - adik ibu dan juga para sepupu
untuk ikutan sarapan pagi di pantai. 😊.
Dengan membawa
perbekalan masing - masing, jadilah silaturahim sambil santap pagi
ditepi pantai. Diiringin deburan ombak yang menyapu pantai. Juga angin
dingin bercampur air laut yang menyapu wajah. Tak lupa canda tawa,
saling goda.
Sesederhana itu menciptakan bahagia saat masih harus jaga jarak, tak boleh berkumpul dan masih harus bersabar dengan pandemi.
Semangat sehat... Jangan lupa untuk bahagia.. 😊.
Mengajak bapak ibu sarapan pagi di pantai. Begitu judul cerita hari ini..
Sudah menjadi 'kebiasaan' aku dan mbak, selama pandemi berlangsung, mengajak bapak ibu berjalan - jalan diudara terbuka. Dan pilihan kami selalu ke pantai.
Namun beberapa waktu belakangan ini, kebiasaan yang mengasyikkan ini selalu gagal dijalankan. Lantaran hujan yang selalu datang saat Subuh menjelang.
Mengajak bapak ibu sarapan pagi di pantai. Begitu judul cerita hari ini..
Sudah menjadi 'kebiasaan' aku dan mbak, selama pandemi berlangsung, mengajak bapak ibu berjalan - jalan diudara terbuka. Dan pilihan kami selalu ke pantai.
Namun beberapa waktu belakangan ini, kebiasaan yang mengasyikkan ini selalu gagal dijalankan. Lantaran hujan yang selalu datang saat Subuh menjelang.
Yups! Kami biasa pergi ke pantai seusai shalat subuh. Ketika pantai masih begitu sepi dan kami bisa leluasa menikmati suasana pantai dipagi hari. Ketika orang mulai berdatangan, kami pun mulai berkemas, bersiap untuk pulang.
Dan hari ini, kebiasaan lama ini dapat kami lakukan lagi. Tak ingin pergi sendiri, maka aku pun mengajak adik - adik ibu dan juga para sepupu untuk ikutan sarapan pagi di pantai. 😊.
Dengan membawa perbekalan masing - masing, jadilah silaturahim sambil santap pagi ditepi pantai. Diiringin deburan ombak yang menyapu pantai. Juga angin dingin bercampur air laut yang menyapu wajah. Tak lupa canda tawa, saling goda.
Sesederhana itu menciptakan bahagia saat masih harus jaga jarak, tak boleh berkumpul dan masih harus bersabar dengan pandemi.
Semangat sehat... Jangan lupa untuk bahagia.. 😊.Yups! Kami biasa pergi ke pantai seusai shalat subuh. Ketika pantai masih begitu sepi dan kami bisa leluasa menikmati suasana pantai dipagi hari. Ketika orang mulai berdatangan, kami pun mulai berkemas, bersiap untuk pulang.
Dan hari ini, kebiasaan lama ini dapat kami lakukan lagi. Tak ingin pergi sendiri, maka aku pun mengajak adik - adik ibu dan juga para sepupu untuk ikutan sarapan pagi di pantai. 😊.
Dengan membawa perbekalan masing - masing, jadilah silaturahim sambil santap pagi ditepi pantai. Diiringin deburan ombak yang menyapu pantai. Juga angin dingin bercampur air laut yang menyapu wajah. Tak lupa canda tawa, saling goda.
Sesederhana itu menciptakan bahagia saat masih harus jaga jarak, tak boleh berkumpul dan masih harus bersabar dengan pandemi.
Semangat sehat... Jangan lupa untuk bahagia.. 😊.
Post : Ig

Komentar