Memilih Panggilan

 May be an image of 2 people and headscarf

Ketika keponakan cantik yang sulung mengumumkan kehamilannya, maka aku dan mbak pun mulai 'berpikir keras' untuk mencari panggilan yang tepat untuk kami nantinya.
Disepakati bila kami tidak mau dipanggil eyang, oma, mbah, nenek atau yang sejenis dengan panggilan itu. Harus ada padan kata lain untuk menggantikan panggilan - panggilan yang sudah umum ini.
 
Namun sesungguhnya, alasan pasti dari itu semua, lantaran kami 'menolak tua'. 😁.
 
Dan beginilah jadinya...
"Sudah siap dipanggil eyang, mbak?" Tanyaku menggoda.
"Gak, ah. Gak mau dipanggil eyang," jawab mbak.
"Lha? Trus mau dipanggil apa?"
"Ibu ajah."
"Mana boleh!" Protesku. "Ya gak bisalah."
"Gak papa dipanggil ibu," ujar ibu menengahi. "Tapi ibu sepuh."
 
Seketika aku terbahak. Sementara mbak hanya tersenyum kecut. Dari tatapan matanya, jelas sekali dia menolak panggilan yang semakin menunjukkan ke-senior-annya itu. 😜.
 
Nb.
Saat tulisan ini diposting, kami berdua sudah memilih panggilan yang pas sebagai kata ganti eyang dan sejenisnya itu.
 
Post : Ig

Komentar

Postingan Populer