PAUD
Sejak mulai bermain dengan anak - anak, aku mulai juga terbiasa mengoleksi permainan untuk anak - anak. Ada APE yang memang kubeli. Namun ada juga yang khusus kubuat sendiri.
Tujuannya, agar aku bisa memberikan mainan yang menyenangkan pada anak - anak yang berkunjung ke rumah. Biasanya ketika ada yang datang bertamu dan membawa anak - anak, tak jarang para balita ini merasa bosan dan menjadi rewel. Sehingga membuat acara silaturahim pun terganggu. Dengan membuat anak - anak asyik bermain, maka perhatian mereka pun akan teralihkan.
Kebiasaan ini masih tetap aku lakukan, walaupun sekarang tidak lagi bermain dengan anak - anak. Aku masih tetap mengoleksi mainan. Bahkan ketika berkunjung ke toko mainan langganan, aku tetap memilih satu dua mainan edukatif untuk menambah koleksi mainan yang ada dirumah.Karena kebiasaan ini, para mantan ibu guru sering sekali memberi saran untukku. Membuka TPA sendiri dirumah. Sebuah saran yang kusambut dengan senyuman.
Bagaimana tidak? Mendirikan sebuah lembaga TPA bukanlah sesuatu yang mudah. Semudah sebuah ide dan saran diutarakan. Harus ada persiapan matang yang meliputi banyak hal untuk dipikirkan dengan serius.
Selain itu, diusia yang 'jelita' ini, aku merasa sudah tidak lagi 'segagah' dulu. Ketika masih bisa berlari kesana kemari dengan gesitnya. Masih bisa berkejaran dengan para balita. Bila saat ini aku masih bermain dengan anak - anak, aku biasanya akan mengajak mereka berjalan - jalan mengenal lingkungan sekitar. Setelah lelah, aku akan memberikan APE yang bisa dimainkan sendiri tanpa harus didampingi secara penuh. Hanya sesekali aku akan mengajak mereka berbincang tentang karya yang dibuatnya.
Jadi... Bila sekarang diminta untuk mendirikan TPA, aku memilih untuk bermain saja dengan 1 - 3 orang anak. Memberikan edukasi dan pengetahuan baru dengan cara bermain yang sederhana. Seperti juga dunia anak - anak. Sederhana. Tidak rumit. Penuh tawa.
Posting : Bl

Komentar