Bahagia
Karena bahagia itu, bukan dicari. Tapi kita yang ciptakan sendiri. Dan bahagiaku, tuh..... sederhana sekali. Seperti ini....
"Ikutan dong," ujarku saat melihat mbak duduk dimeja makan sambil makan ayam goreng.
"Lha, hayok. Ini masih ada satu," jawab mbak.
Aku pun meninggalkan meja tempatku menulis dan menuju meja makan, Bergabung dengan mbak. Sambil makan, kami pun ngobrol ngalor ngidul. Seperti biasanya saat kami berada dimeja makan. Sesekali ibu ikutan nimbrung. Menimpali pembicaraan kami.
Hingga kemudian, ketika acara makan siang yang kepagian ini selesai, mbak beranjak ke dapur. Hendak mencuci piring seusai digunakan. Aku menyusul belakangan, setelah membereskan meja makan. Ketika tengah mencuci piring, tampak olehku ponsel mbak yang tertinggal diatas mesin cuci. Seketika pikiran usilku muncul.
Kuambil ponsel itu dan kuletakkan dirak piring. Sementara mbak yang tadi sudah meninggalkan dapur, tampak kembali lagi. Matanya mencari - cari sesuatu. Aku berpura - pura tidak memperhatikannya, hingga dia kembali ke ruang makan.
"Cari apa, mbak?" Kudengar ibu bertanya.
"Hp," jawab mbak singkat.
Aku yang mendengarkan dari dapur, tak mampu menahan tawa. Kututupi mulutku dengan tangan dan segera berlalu untuk masuk ke kamar sambil menyembunyikan ponsel mbak dibalik kerudungku. Didalam kamar, aku menumpahkan tawaku dengan tetap menutup mulut. Kali ini menggunakan bantal, agar suara tawa tak terdengar. Sementara diluar, aku masih mendengar kesibukan mbak yang masih mencari ponselnya.
Tak berapa lama kemudian...
"Mana handphone mbak?" Mbak langsung memberondongku dengan tuduhan.
"Gak tahu," jawabku dengan tawa yang tertahan.
"Gak mungkin. Pasti hp mbak disembunyiin," mbak tak percaya padaku.
Aku tak bisa mengelak lagi. Tawaku langsung pecah. Dan jariku menunjuk ponsel yang kuletakkan diatas selimut kamarku. Rasanya bahagia sekali bisa membuat mbak kebingungan mencari ponselnya. 😂.
Posting : Bl
Komentar