Serba Mie

Berbulan hanya dirumah saja lantaran pandemi, pastinya membosankan. Maka, disuatu malam....

"Besok Sabtu, kita ke pantai, yok," ajak mbak.

"Piknik ke pantai, gitu?" tanyaku.

"Iya. Kita bawa bekal. Berangkatnya setelah shalat Subuh. Pantai masih sepi. Trus ketika sudah agak siang, kita pulang. Jadi gak berkerumun," mbak menjelaskan panjang lebar.

Dimasa pandemi seperti ini, pilihan tempat wisata ditempat terbuka adalah pilihan yang dirasa paling tepat dan relatif aman. Selain tempatnya langsung berhubungan dengan udara bebas, tempat yang luas memungkinkan kami untuk memilih tempat yang tidak banyak orang. Sehingga tidak berkerumun.

Aku setuju pada mbak. 

"Tapi kalau kita ajah, gak seru. Gimana kalau ajak bulek dan om?" aku memberi usul. Beberapa adik ibu tinggal satu kota dengan kami. Pandemi membuat silaturahim kami berlangsung melalui sambungan telpon atau secara online melalui zoom meeting. 

Kali ini, mbak yang setuju pada usulku. Maka aku pun mulai menghubungi om dan bulekku. Kami sepakat untuk langsung bertemu di salah satu pantai di daerah Bantul. Selain itu, kami juga akan membawa bekal masing - masing.

Dan tibalah pada hari H...

Setelah berbasa - basi tanpa cipika cipiki, cium tangan dan tetap jaga jarak, tibalah waktunya makan - makan. Ketika bekal piknik dibuka, semua tertawa geli. Bagaimana tidak? Dari 4 penjuru mata angin yang berbeda, menu yang kami bawa ternyata sama. Mie. Hanya beda pengolahannya saja. Ada mie goreng, oseng - oseng mie, soun goreng. Jadinya kami sarapan pagi dengan menu serba mie. 😁.

Tetap sehat. Tetap bahagia. Biar bisa melewati pandemi dengan tetap semangat.

Posting : Bl


Komentar

Postingan Populer