Masa Kecil
Selalu menyenangkan saat bercerita tentang masa kecil. Karena ada banyak
kelucuan yang menyertai. Bahkan terkadang tak habis pikir sendiri.
Hingga akhirnya tergelak ketika menyadari betapa tak masuk akalnya
sesuatu yang dilakukan saat masih kecil dulu.
Dan inilah sekelumit kisahnya..
"Dulu
waktu kecil, asem yang kayak gini, langsung adek makan ajah, lho," aku
mengawali nostalgia masa kecil. Saat itu, aku tengah merendam asam jawa
untuk kubuat cuka pempek. "Dan biasa - biasa ajah. Gak ngerasa kecut,"
tambahku.
Saat kecil, dihalaman belakang rumah tetangga, ada
pohon asam jawa. Ketika buahnya sudah masak, kami akan mengambilnya dan
memakannya langsung tanpa harus melalui proses apapun. .
"Kalau anak kecil, apa - apa dimakan," ibu menegaskan. "Dulu ketika kecil dan main ke hutan, ibu makan buah hutan," ujar ibu.
Ha?
Jadi,
buah hutan adalah buah yang tumbuh liar disebuah pedalaman Sumatera,
tempat ibu lahir dan dibesarkan. Dinamai buah hutan karena tumbuhnya
dihutan. Rasanya kecut dan ketika dimakan, akan meninggalkan warna ungu
dimulut.
Dan setiap kali mengetahui ibu makan buah hutan, maka
beliau pun akan dimarahi oleh mbah Putri. Tapi, akan berulang lagi. Dan
kembali beliau dimarahi lagi. .
"Ibu juga suka makan daun kedondong. Kadang juga daun jambu biji," tambah ibu.
Waduh.. lha kok aneh banget. .
"Enak, bu?"
"Ya gak enak. Rasanya pahit," jawab ibu.
Aku tak bisa menahan tawa. Lha kok dimakan, ya? .
Ternyata
cerita masa kecil ibu lebih ajaib dibandingkan ceritaku. Yang hanya
bermain layangan atau mencari biji karet di hutan kecil dekat rumah. .
Bagaimana cerita masa kecilmu? Seru kah?
Posting : Kn
Komentar