Gak Kepikiran
Salah satu pohon buah yang ditanam dihalaman belakang rumah adalah pohon
mangga. Ditanam sejak bapak ibu tinggal dirumah ini. Sekitar 17 tahun
yang lalu.
Saat awal mulai berbuah, tak begitu sulit menjangkau buahnya. Karena pohonnya masih pendek. Bahkan bisa dipanjati bila akan mengambil buah yang agak tinggi.
Namun seiring waktu berjalan, pohon ini sudah semakin menjulang dan saat berbuah, kami membutuhkan bantuan galah atau bahkan tangga agar dapat meraihnya.
Tak jarang, karena buahnya terlalu tinggi, galahnya tak cukup panjang untuk menjangkau. Sehingga harus dibuat sambung menyambung. Tapi... masalah pun datang. Karena galah yang terlalu panjang, membuat kami kesulitan mengangkatnya. Terlalu berat.
Pernah satu kali aku dan mbak harus berjibaku berdua mengangkat galah ini. Yang berakhir dengan ....gagal dan lelah.
.
Berikut cerita serunya....
"Dek, tolongin," panggil mbak dari pintu garasi.
Dia baru saja pulang dari supermarket.
Aku bergegas menghampiri dan mengambil alih tas belanja dari tangannya.
"Kok beli ini, sih?" Tanyaku sambil menunjuk botol minuman berionisasi.
"Itu buat ambil mangga," jawab mbak.
Tampaknya, dia membutuhkan 'suntikan' tenaga untuk mengambil mangga ditempat yang tinggi.
"Tapi gak sebanyak ini juga, kali ya," protesku seraya mengeluarkan botol besar berukuran 2 liter dari tas belanja.
"Kalau yang kecil, gak cukup," jawab mbak lagi. Mulai tak sabar.
"Gak cukup gimana?" Tanyaku heran. "Kalau minum segini banyaknya, malah bikin kembung," lanjutku.
Dengan wajah kesal, mbak mengambil botol dari tanganku dan berkata, "Ya Allah, kenapa adikku jadi oon gini ya?"
What??!!
"Gini," dia mulai menjelaskan seraya mempraktekkan dengan gerakan tangan. "Airnya diminum. Trus bagian bawahnya dipotong. Yang atas, disambung dengan bambu. Jadi nanti mangganya masuk kedalam botol ini."
Aku yang mendengar penjelasannya cuma bisa nyengir kuda. Kenapa dari tadi gak kepikiran, ya?
.
Posting : Kn
Saat awal mulai berbuah, tak begitu sulit menjangkau buahnya. Karena pohonnya masih pendek. Bahkan bisa dipanjati bila akan mengambil buah yang agak tinggi.
Namun seiring waktu berjalan, pohon ini sudah semakin menjulang dan saat berbuah, kami membutuhkan bantuan galah atau bahkan tangga agar dapat meraihnya.
Tak jarang, karena buahnya terlalu tinggi, galahnya tak cukup panjang untuk menjangkau. Sehingga harus dibuat sambung menyambung. Tapi... masalah pun datang. Karena galah yang terlalu panjang, membuat kami kesulitan mengangkatnya. Terlalu berat.
Pernah satu kali aku dan mbak harus berjibaku berdua mengangkat galah ini. Yang berakhir dengan ....gagal dan lelah.
Berikut cerita serunya....
"Dek, tolongin," panggil mbak dari pintu garasi.
Dia baru saja pulang dari supermarket.
Aku bergegas menghampiri dan mengambil alih tas belanja dari tangannya.
"Kok beli ini, sih?" Tanyaku sambil menunjuk botol minuman berionisasi.
"Itu buat ambil mangga," jawab mbak.
Tampaknya, dia membutuhkan 'suntikan' tenaga untuk mengambil mangga ditempat yang tinggi.
"Tapi gak sebanyak ini juga, kali ya," protesku seraya mengeluarkan botol besar berukuran 2 liter dari tas belanja.
"Kalau yang kecil, gak cukup," jawab mbak lagi. Mulai tak sabar.
"Gak cukup gimana?" Tanyaku heran. "Kalau minum segini banyaknya, malah bikin kembung," lanjutku.
Dengan wajah kesal, mbak mengambil botol dari tanganku dan berkata, "Ya Allah, kenapa adikku jadi oon gini ya?"
What??!!
"Gini," dia mulai menjelaskan seraya mempraktekkan dengan gerakan tangan. "Airnya diminum. Trus bagian bawahnya dipotong. Yang atas, disambung dengan bambu. Jadi nanti mangganya masuk kedalam botol ini."
Aku yang mendengar penjelasannya cuma bisa nyengir kuda. Kenapa dari tadi gak kepikiran, ya?
Posting : Kn

Komentar