Dokter

Untuk memastikan bapak dan ibu tetap sehat diusia senja, salah satunya dengan cara melakukan 'pertemuan' rutin dengan dokter - dokter beliau. Dan tentu saja, selalu ada cerita yang menyertai.

Berikut adalah cerita terbarunya... 😊.

Walaupun sama - sama berusia muda, dalam artian lebih muda dariku, dokter bapak dan ibu sangat berbeda ketika menghadapi pasiennya.

Dokter bapak sangat irit bicaranya. Ketika melakukan kontrol rutin, beliau hanya bicara seperlunya saja. Lebih sering ruang praktek diisi dengan keheningan. Lantaran komunikasi yang begitu minim antara kami dan dokter.

Sekalinya beliau bicara banyak, yang terjadi adalah 'curhat'. Dokter yang berperawakan kecil ini bercerita tentang pandemi yang berkepanjangan, yang membuatnya harus mengungsikan anak dan istrinya ke rumah mertua diluar kota. Dan itu membuatnya sendirian saja di Jogja.

Berbeda 180 derajad, maka dokter ibu senang sekali berbincang dengan pasiennya. Memasuki ruang praktek, beliau dengan ramah menyapa. Tidak hanya menyapa ibu, tapi juga aku atau mbak yang mengantar.

Bertanya ini itu, menyempatkan bergurau terlebih dahulu sebelum memeriksa ibu. Dan 'keluhan' yang sama selalu terdengar. Kesulitannya membedakan aku dan mbak. Karena menurutnya, kami berdua begitu mirip layaknya anak kembar.

Sebegitu penasarannya dengan kemiripan kami yang bukan kembar ini, kemarin beliau 'meminta' agar dikontrol berikutnya, aku dan mbak datang bersama  untuk mengantar ibu. Untuk membuktikan bahwa kami memang tidak kembar. 😀.

Dokter mah aneh - aneh ajah. Mana ada kontrol ngajak orang serumah. Bikin rame rumah sakit. 😂.

Sehat terus bapak - ibu....


Posting : Kn

 

Komentar

Postingan Populer