Dokter
Untuk memastikan bapak dan ibu tetap sehat diusia senja, salah satunya
dengan cara melakukan 'pertemuan' rutin dengan dokter - dokter beliau.
Dan tentu saja, selalu ada cerita yang menyertai.
Berikut adalah cerita terbarunya... .
Walaupun
sama - sama berusia muda, dalam artian lebih muda dariku, dokter bapak
dan ibu sangat berbeda ketika menghadapi pasiennya.
Dokter bapak
sangat irit bicaranya. Ketika melakukan kontrol rutin, beliau hanya
bicara seperlunya saja. Lebih sering ruang praktek diisi dengan
keheningan. Lantaran komunikasi yang begitu minim antara kami dan
dokter.
Sekalinya beliau bicara banyak, yang terjadi adalah
'curhat'. Dokter yang berperawakan kecil ini bercerita tentang pandemi
yang berkepanjangan, yang membuatnya harus mengungsikan anak dan
istrinya ke rumah mertua diluar kota. Dan itu membuatnya sendirian saja
di Jogja.
Berbeda 180 derajad, maka dokter ibu senang sekali
berbincang dengan pasiennya. Memasuki ruang praktek, beliau dengan ramah
menyapa. Tidak hanya menyapa ibu, tapi juga aku atau mbak yang
mengantar.
Bertanya ini itu, menyempatkan bergurau terlebih
dahulu sebelum memeriksa ibu. Dan 'keluhan' yang sama selalu terdengar.
Kesulitannya membedakan aku dan mbak. Karena menurutnya, kami berdua
begitu mirip layaknya anak kembar.
Sebegitu penasarannya dengan
kemiripan kami yang bukan kembar ini, kemarin beliau 'meminta' agar
dikontrol berikutnya, aku dan mbak datang bersama untuk mengantar ibu.
Untuk membuktikan bahwa kami memang tidak kembar. .
Dokter mah aneh - aneh ajah. Mana ada kontrol ngajak orang serumah. Bikin rame rumah sakit. .
Sehat terus bapak - ibu....
Posting : Kn
Komentar