Berat
Beberapa orang, sadar bila usia tidak muda lagi. Tapi ingin mencoba sesuatu yang sering dilakukan oleh yang muda.
.
Contohnya ini...
"Photo yuk," ajakku pada mbak, bulek dan adik sepupuku. Saat itu kami sedang berada ditepi pantai dalam acara 'gak sengaja ketemuan'.
.
Ajakan ini disambut dengan segera mengadakan 'rembuq' singkat, tentang pose apa yang akan dipilih untuk photo bersama ini. Dan keputusan diambil secara aklamasi. Gaya melompat tinggi ala - ala anak muda jaman sekarang.
Dengan meminta bantuan adik sepupu yang lain, kami berempat mulai mengambil posisi dan siap bergaya didepan kamera.
Take 1 :
Gagal. Lantaran bulekku belum siap melompat.
Take 2 :
Tidak berhasil. Gara - gara melompatnya tidak kompak.
Take 3 :
Belum memuaskan.
"Begini, nih kalau emak - emak photo. Gak cukup sekali," seloroh adik sepupuku. Yang disetujui oleh yang lainnya.
.
Take ...(entah yang keberapa)..
Masih belum (juga) berhasil. Yang terlihat dikamera adalah orang - orang dengan posisi kaki yang tertekuk, siap melompat dan ekspresi wajah yang tidak indah.
.
Take... (yang kesekian)...
"Kita angkat tangan yang tinggi. Trus agak jinjit. Jadi pura - pura lompat gitu," adik sepupuku memberi saran.
Usul ini diberikan lantaran hasil photonya selalu tidak memuaskan. Selalu saja kami gagal menampakkan posisi melompat yang tepat.
Maka masukan ini pun dipraktekan. Hasilnya? Tidak bagus. Terlihat tidak natural.
.
Take terakhir... (yang melelahkan)..
"Sekarang gaya bebas, deh. Melompat dihitungan ketiga," usul bulekku setelah berkali - kali pengambilan gambar selalu gagal.
Dan.. setelah hitungan ketiga, melompatlah kami bersamaan. Hasilnya?
Hanya adik sepupuku yang menghasilkan lompatan yang bagus. Sedangkan kami bertiga, bertahan ditanah dengan gaya yang aneh.
Ternyata, photo dengan gaya melompat anak muda tuh, berat........ Berat mengangkat beban tubuh!
.
Contohnya ini...
"Photo yuk," ajakku pada mbak, bulek dan adik sepupuku. Saat itu kami sedang berada ditepi pantai dalam acara 'gak sengaja ketemuan'.
Ajakan ini disambut dengan segera mengadakan 'rembuq' singkat, tentang pose apa yang akan dipilih untuk photo bersama ini. Dan keputusan diambil secara aklamasi. Gaya melompat tinggi ala - ala anak muda jaman sekarang.
Dengan meminta bantuan adik sepupu yang lain, kami berempat mulai mengambil posisi dan siap bergaya didepan kamera.
Take 1 :
Gagal. Lantaran bulekku belum siap melompat.
Take 2 :
Tidak berhasil. Gara - gara melompatnya tidak kompak.
Take 3 :
Belum memuaskan.
"Begini, nih kalau emak - emak photo. Gak cukup sekali," seloroh adik sepupuku. Yang disetujui oleh yang lainnya.
Take ...(entah yang keberapa)..
Masih belum (juga) berhasil. Yang terlihat dikamera adalah orang - orang dengan posisi kaki yang tertekuk, siap melompat dan ekspresi wajah yang tidak indah.
Take... (yang kesekian)...
"Kita angkat tangan yang tinggi. Trus agak jinjit. Jadi pura - pura lompat gitu," adik sepupuku memberi saran.
Usul ini diberikan lantaran hasil photonya selalu tidak memuaskan. Selalu saja kami gagal menampakkan posisi melompat yang tepat.
Maka masukan ini pun dipraktekan. Hasilnya? Tidak bagus. Terlihat tidak natural.
Take terakhir... (yang melelahkan)..
"Sekarang gaya bebas, deh. Melompat dihitungan ketiga," usul bulekku setelah berkali - kali pengambilan gambar selalu gagal.
Dan.. setelah hitungan ketiga, melompatlah kami bersamaan. Hasilnya?
Hanya adik sepupuku yang menghasilkan lompatan yang bagus. Sedangkan kami bertiga, bertahan ditanah dengan gaya yang aneh.
Ternyata, photo dengan gaya melompat anak muda tuh, berat........ Berat mengangkat beban tubuh!
Posting : Kn

Komentar