Photoshoot
Salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh Olah Kita saat akan memasarkan sebuah produk adalah photo produk tersebut.
Untuk yang terbiasa dengan photografi, pastinya membuat sebuah photo produk, bukan hal yang sulit. Tapi tidak begitu untuk kami. Aku dan mbak.
Satu kali, ketika memamerkan hasil photo salah satu produk, komentar 'pedas' dilayangkan Adek Besar.
Dari mulai pencahayaannya yang kurang hingga tak adanya benda pembanding pada photo. Hal terakhir ini diperlukan untuk memberikan gambaran pada konsumen tentang seberapa besar ukuran produk yang akan dipasarkan.
Maka hari ini, saat kembali akan melakukan pemotretan untuk produk baru yang akan dikeluarkan Olah Kita, kami terlihat begitu sibuk menyiapkan ini itu. Lantaran tak ingin lagi menerima rentetan komentar si Adek Besar.
"Mangkoknya ganti yang putih polos ajah," ujar ibu. "Jangan yang ada bunga - bunganya."
"Ini susunannya gimana?" Gantian mbak yang bingung menata makanan dimangkok.
Karena nantinya semua isi makanan harus terlihat saat diphoto, maka penataan dimangkok pun harus diperhatikan.
Tak cukup sampai disitu....
"Ini kurang seledrinya," ibu mengingatkan.
"Bawang gorengnya gak ada. Beli dulu ke warung," perintah mbak. Yang membuatku harus segera beranjak pergi ke warung dekat rumah.
Setelahnya...
"Pakai sendok garpu dong. Biar pas dikameranya," usulku ketika melihat hanya sendok saja yang ada dimangkok.
"Bagusnya pakai alas, nih," ujar mbak. Dan diikuti kemudian dengan mencari alas makan dilemari.
Selesaikah? Tentu saja belum..
"Posisi gambarnya gimana, ya?" Tanya mbak seraya mengarahkan kamera ponselnya ke produk yang siap diphoto.
"Kameranya diatas aja," saranku. "Atau begini," ujarku selanjutnya sambil menarik sedikit lengan mbak kesamping.
Dan setelah semua kehebohan itu, walau belum sekeren hasil jepretan photografer yang paling amatir sekali pun, tapi setidaknya Olah Kita sudah punya photo produk baru yang siap diluncurkan.
.
Penasaran?
Untuk yang terbiasa dengan photografi, pastinya membuat sebuah photo produk, bukan hal yang sulit. Tapi tidak begitu untuk kami. Aku dan mbak.
Satu kali, ketika memamerkan hasil photo salah satu produk, komentar 'pedas' dilayangkan Adek Besar.
Dari mulai pencahayaannya yang kurang hingga tak adanya benda pembanding pada photo. Hal terakhir ini diperlukan untuk memberikan gambaran pada konsumen tentang seberapa besar ukuran produk yang akan dipasarkan.
Maka hari ini, saat kembali akan melakukan pemotretan untuk produk baru yang akan dikeluarkan Olah Kita, kami terlihat begitu sibuk menyiapkan ini itu. Lantaran tak ingin lagi menerima rentetan komentar si Adek Besar.
"Mangkoknya ganti yang putih polos ajah," ujar ibu. "Jangan yang ada bunga - bunganya."
"Ini susunannya gimana?" Gantian mbak yang bingung menata makanan dimangkok.
Karena nantinya semua isi makanan harus terlihat saat diphoto, maka penataan dimangkok pun harus diperhatikan.
Tak cukup sampai disitu....
"Ini kurang seledrinya," ibu mengingatkan.
"Bawang gorengnya gak ada. Beli dulu ke warung," perintah mbak. Yang membuatku harus segera beranjak pergi ke warung dekat rumah.
Setelahnya...
"Pakai sendok garpu dong. Biar pas dikameranya," usulku ketika melihat hanya sendok saja yang ada dimangkok.
"Bagusnya pakai alas, nih," ujar mbak. Dan diikuti kemudian dengan mencari alas makan dilemari.
Selesaikah? Tentu saja belum..
"Posisi gambarnya gimana, ya?" Tanya mbak seraya mengarahkan kamera ponselnya ke produk yang siap diphoto.
"Kameranya diatas aja," saranku. "Atau begini," ujarku selanjutnya sambil menarik sedikit lengan mbak kesamping.
Dan setelah semua kehebohan itu, walau belum sekeren hasil jepretan photografer yang paling amatir sekali pun, tapi setidaknya Olah Kita sudah punya photo produk baru yang siap diluncurkan.
Penasaran?
Posting : Kn

Komentar