Arti Sebuah Nama
Apalah arti sebuah nama. Begitu kata banyak orang. Tapi kali ini, tidak untukku. Dan inilah ceritanya.....
Sebelum
memutuskan untuk melepas pempek dan kerupuk ke pasaran, maka
serangkaian 'uji coba dan uji kelayakan' dibuat. Tujuannya agar nanti
pempek dan kerupuk Olah Kita memiliki rasa dan tekstur yang tidak
berubah, walau proses produksi dilakukan dalam waktu yang berbeda.
Karena bahan dasarnya adalah ikan, maka pemilihan ikan pun menjadi perhatian penting.
Awalnya, ikan yang digunakan adalah ikan tenggiri. Ikan yang memiliki tekstur 'cantik'. Namun harganya 'tidak bersahabat'. .
Berikutnya
adalah ikan Tuna. Tidak 'direkomendasikan'. Lantaran aroma amisnya
begitu kental. Bikin pusing saat proses produksi berlangsung. .
Selanjutnya
digunakan ikan Dori. Yang dari namanya membuatku langsung teringat
dengan 'si Akang gendang'. Yang jargonnya sempat begitu terkenal.
'Nangiso. Ngko tak kendangi'. .
Tekstur
ikan ini lembut. Warnanya pun lebih cerah. Sempat beberapa kali
menggunakannya untuk uji coba. Tapi sayang saat itu masih harus
mengolahnya lagi.
Karena ikan yang didapatkan masih berupa
fillet. Bukan ikan giling. Jadi cukup memakan waktu dan tenaga saat
proses produksi berlangsung.
Hingga datanglah ikan Barakuda. Yang
begitu 'meringakan'. Karena selain sudah dalam bentuk ikan giling,
sehingga tidak repot lagi menghaluskannya. Harganya pun amat sangat
'bersahabat'.
Maka kemudian, ketika mengenalkan pempek dan
kerupuk pada konsumen, aku selalu menjelaskan bahwa ikan yang digunakan
adalah ikan Barakuda.
Sebuah nama yang terdengar keren. Juga gagah. Menurutku. . Namun seketika semuanya berubah, ketika sebuah informasi baru kuterima..
"Dek,
kemarin pas nyari ikan Barakuda di pasar, sama tukang ikan dikasihnya
ikan Cucut," begitu cerita mbak sepupuku disuatu hari. "Ternyata, ikan
Barakuda tuh nama lainnya ikan Cucut," jelasnya.
Ah, tetiba Barakuda tak keren lagi. .
Posting : Kn
Komentar