Arti Sebuah Nama

Apalah arti sebuah nama. Begitu kata banyak orang. Tapi kali ini, tidak untukku. Dan inilah ceritanya.....

Sebelum memutuskan untuk melepas pempek dan kerupuk ke pasaran, maka serangkaian 'uji coba dan uji kelayakan' dibuat. Tujuannya agar nanti pempek dan kerupuk Olah Kita memiliki rasa dan tekstur yang tidak berubah, walau proses produksi dilakukan dalam waktu yang berbeda.

Karena bahan dasarnya adalah ikan, maka pemilihan ikan pun menjadi perhatian penting.

Awalnya, ikan yang digunakan adalah ikan tenggiri. Ikan yang memiliki tekstur 'cantik'. Namun harganya 'tidak bersahabat'. 😃.

Berikutnya adalah ikan Tuna. Tidak 'direkomendasikan'. Lantaran aroma amisnya begitu kental. Bikin pusing saat proses produksi berlangsung. 😊.

Selanjutnya digunakan ikan Dori. Yang dari namanya membuatku langsung teringat dengan 'si Akang gendang'. Yang jargonnya sempat begitu terkenal. 'Nangiso. Ngko tak kendangi'. 😂.

Tekstur ikan ini lembut. Warnanya pun lebih cerah. Sempat beberapa kali menggunakannya untuk uji coba. Tapi sayang saat itu masih harus mengolahnya lagi.

Karena ikan yang didapatkan masih berupa fillet. Bukan ikan giling. Jadi cukup memakan waktu dan tenaga saat proses produksi berlangsung.

Hingga datanglah ikan Barakuda. Yang begitu 'meringakan'. Karena selain sudah dalam bentuk ikan giling, sehingga tidak repot lagi menghaluskannya. Harganya pun amat sangat 'bersahabat'.

Maka kemudian, ketika mengenalkan pempek dan kerupuk pada konsumen, aku selalu menjelaskan bahwa ikan yang digunakan adalah ikan Barakuda.

Sebuah nama yang terdengar keren. Juga gagah. Menurutku. 😊. Namun seketika semuanya berubah, ketika sebuah informasi baru kuterima..

"Dek, kemarin pas nyari ikan Barakuda di pasar, sama tukang ikan dikasihnya ikan Cucut," begitu cerita mbak sepupuku disuatu hari. "Ternyata, ikan Barakuda tuh nama lainnya ikan Cucut," jelasnya.

Ah, tetiba Barakuda tak keren lagi. 😂.

Posting : Kn

Komentar

Postingan Populer