Menikah
Bertahun lalu................
Suatu kali, saat mbak dan suaminya harus bekerja diluar kota, mereka menitipkan kedua putrinya kepada bapak ibu. Karena pastinya akan repot, maka aku memerlukan untuk tinggal sementara waktu membantu mengasuh kedua keponakan balitaku ini.
Bersama putri - putri cantik ini, mengingatkanku pada masa kecil dengan mbak. Tiada hari tanpa ribut. 😀. Meributkan apa saja, Merebutkan apa yang ada. Suara tangisan tak jarang terdengar bila keduanya tengah asyik main bersama. Yang membuat suasana rumah jadi ramai dan hanya lengang saat keduanya tidur.
Dan inilah ceritanya....
"Lulek ngapain?" tanya si Sulung ketika melihatku tengah memasukkan baju ke mesin cuci.
"Lulek mau nyuci baju," jawabku. Kedua keponakanku ini biasanya menyapaku dengan panggilan 'Lulek'."Bajunya dimasukin kesitu?" Si sulung tampak antusias bertanya lagi.
"Iya," jawabku. "Bajunya dimasukkan ke dalam mesin cuci. Tunggu beberapa lama, bajunya sudah bersih," jelasku.
Keponakan cantik ini tampak serius mendengarkan penjelasan singkatku. Lalu..
"Adek dimasukkan ajah ke dalam sini, Lul," sarannya. "Adek khan belum mandi. Dimasukkan mesin biar bersih."
Mendadak aku jadi deg - degan mendengar usulnya. Kok mengerikan, ya. 😀. Maka sebelum meninggalkan mesin cuci, aku benar - benar memastikan alat tersebut sudah terkunci rapat dan tidak akan bisa dibuka oleh si Sulung. Aku tidak mau kecolongan.
Bertahun kemudian..............
Di pagi ini, aku menjadi saksi pernikahan si Sulung dengan lelaki pilihannya. Lelaki yang akan menjadi imamnya untuk mengarung bahtera rumah tangga.
Ah, betapa cepat waktu berlalu.
Posting : Bl

Komentar