Tega

Menjelang Hari Raya Idul Adha, tetiba sebuah pesan masuk di WAG keluarga. Pesan dari Adek Besar..

"Kalau mau kirim rendang, boleh lho." Begitu pesannya.

Sepertinya dia sudah begitu hafal. Setiap hari raya Qurban, ibu selalu membuat rendang. Makanan kesukaannya.

Dan ketika hal ini kusampaikan pada ibu, maka beliau pun bergegas menyiapkan rendang untuk anak lelaki kesayangan ini, Karena akan dikirim menggunakan jasa kurir, maka rendang pun harus dimasak hingga kering. Agar awet dalam proses pengiriman.

Saat semua sudah siap...

"Ini rendang buat Anang, Bu?" tanyaku.

"Iya," jawab ibu seraya mengangsurkan mangkok berisi potongan daging rendang.

"Banyak banget, Bu?" protes kecil mbak seraya tersenyum nakal.

"Iya. Kebanyakan, tuh. Ntar Anang makan terus lho," aku menambahkan 'api kompor'. 😃.

"Tambah gemuk," mbak menimpali. "Kurangi ajah, bu," lanjut mbak, bercanda

"Jangan. Itu gak banyak, kok," jawab ibu. "Kasihan Anang kalau dikirimin rendangnya cuma sedikit."

Sontak aku dan mbak tergelak mendengar jawaban ibu.
Untuk urusan 'ngerjain' Adek Besar, kami memang tega. Andai keponakan cantik mendengar perbincangan ini, pastilah kami akan dituduh sebagai 'kakak yang gak ada akhlak'. 😂.

Komentar

Aya mengatakan…
Wah, baru tau kalau Bu Yayuk ada blog. Kunjungan perdana semoga bisa menjadi tali silaturahim
bundakuu mengatakan…
Semoga tulisan di blog ini bisa menginspirasi...

Postingan Populer