Cireng Salju
Walau jauh diujung Timur pulau dan tak pernah pulang sejak pandemi
'menyerang', tak membuat adek besar ketinggalan kabar tentang apapun
yang terjadi dirumah.
Salah satunya kegiatanku yang sibuk posting segala macam yang berbau makanan. .
Suatu hari, sebuah pesan masuk darinya di WAG. Disertai dengan link video.
"Mbak, bikin cireng salju. Khan gak jauh - jauh dari kanji juga." Begitu usulnya.
Dan beberapa hari kemudian, usul ini pun 'dieksekusi'. Hasilnya? Gagal! .
Berdasarkan
hasil 'evaluasi' yang dilakukan, kemungkinan kegagalan ini terjadi
lantaran aku mengolah adonan cireng ini menjadi kalis. Padahal
seharusnya, adonan dibuat dengan masih menyisakan tepung tapioka disana
sini.
Tak berputus asa. Percobaan kedua pun menyusul. Kali ini
menggunakan link video yang lain. Yang dari judulnya saja menjanjikan
sebuah keberhasilan. 'Cireng salju anti gagal', begitu judul videonya.
Dan
ketika mengikuti petunjuk dalam video, aku jadi tahu mengapa judul yang
diberikan seperti itu. Karena sepanjang video diputar, sang pemilik
channel tak henti memberi 'ancaman'. Agar penonton mengikuti semua
arahannya. Karena bila itu tidak dilakukan, maka dia tidak menjamin
cireng dapat berhasil seperti yang dibuatnya.
Maka aku pun patuh. Mengikuti setiap tahapan pembuatan. Hasilnya? Tetap gagal. .
Kegagalan ini terjadi, mungkin karena sudah merasa 'tertekan' dengan ancaman yang ada divideo.
Berhentikah
mencoba lagi? Tentu saja tidak! Percobaan ketiga pun dilaksanakan
kemarin sore. Kali ini, aku memilih untuk mengulang resep yang pertama.
Belajar
dari kegagalan, kali ini aku mengaduk adonan tidak sampai kalis.
Secukupnya saja hingga teraduk. Tapi apa yang terjadi, ketika adonan
hampir selesai dibentuk, masih ada banyak sisa tepung tapioka yang belum
teraduk dan tercampur adonan cireng.
Tak ingin mencatat
'hatrick' lantaran gagal membuat cireng salju sebanyak 3 kali, aku buru -
buru memasak air dan menuangkan ke sisa tepung tapioka.
Hasilnya? Sukses dong... .
Pesan
moral dari cerita ini adalah 'ketika tanda - tanda kegagalan mulai
terlihat, maka segera lakukan sesuatu untuk mengubahnya menjadi
kesuksesan dalam bentuk yang lain'.
Lalu kapan cireng salju Olah
Kita akan mulai dipasarkan? Sepertinya masih dibutuhkan lebih banyak
lagi uji coba sebelum siap dilempar ke pasar. .
Posting : Kn

Komentar