Pahit

Pada dasarnya, aku tidak bermasalah dengan makanan yang 'pahit dan berbau khas'. Tapi dengan 'syarat dan ketentuan' yang berlaku. 😊.
.
Contohnya... jengkol. Aku suka yang berbentuk keripik. Bentuknya seperti emping yang dibumbu pedas. Selain itu, aku tidak mau.
.
Atau pete yang dipotong kecil dan dicampurkan ke dalam masakan tertentu. Karena bila tergigit, maka rasa khas pete akan bercampur dengan masakan lainnya. Sehingga tidak terasa.
.
Dan inilah ceritanya...
.
"Ibu, ikan asapnya dimasak semua?" Tanyaku dari dapur pagi ini.
Beberapa waktu lalu, Adek besar mengirim paket berupa ikan asap kegemaran bapak.
.
"Iya. Nanti dicampur sama pete," jawab ibu.
.
"Petenya dipotong kecil - kecil, ya?"
.
"Jangan! Biar kayak gitu ajah. Gak usah dipotong lagi," sahut ibu.
.
Ha? Satu mata pete hanya dibelah dua saja?
.
"Ini terlalu besar, deh Bu. Adek gak suka kalau potongannya gede banget," ujarku.
.
"Ibu gak suka yang dipotong kecil - kecil. Enak yang besar. Berasa petenya."
.
Aku menyerah. Chef sudah memutuskan. Sebagai asisten, aku hanya bisa menjalankan perintah. 😀. Seketika terbayang dalam benakku, terakhir makan pete dengan irisan sebesar itu, aku memakannya seperti makan obat. Langsung ditelan. Tanpa dikunyah. 😛.

Posting : fb

Komentar

Postingan Populer