Cerewet

Genap sudah empat bulan ini adek besar tidak pulang dari kota tempatnya beraktivitas. Berarti sudah empat purnama pula kami tidak bertemu langsung. Hanya lewat ponsel saja saat melakukan percakapan menggunakan video.
.
Pekan lalu, lewat pesan WA di grup keluarga, dia memberitahu bahwa sedang flu dan batuk. Sengaja tidak menghubungi bapak ibu, takut bila keduanya justru khawatir. Namun, naluri seorang ibu pastinya sangat tajam. Karena disuatu sore, ibu mulai menanyakan adek besar..
.
"Anang kok lama gak telpon, ya?" Tanya ibu heran.
.
"Kayaknya sedang sibuk, deh," aku mencoba berkelit. Memberi jawaban yang menenangkan beliau.
.
Untuk sementara, ibu terlihat cukup bisa menerima alasanku. Tapi keesokan harinya..
.
"Telpon Anang, gih. Lama banget gak lihat dia," pinta ibu pada aku dan mbak.
.
Kami tak bisa lagi berkelit. Maka sambungan video pun dilakukan. Ketika adek besar muncul dilayar, sepertinya ibu sudah tahu bila anak lelaki kesayangan ini tengah tidak sehat.
.
"Anang sakit, ya?" Tanya pertama yang beliau ajukan. Dan disusul kemudian dengan perintah untuk istirahat, minum vitamin, makan buah beserta setumpuk nasehat lainnya. 😊.
.
Walau terlihat biasa saja, tapi aku tahu bahwa ibu berusaha menahan jatuhnya air mata. Air mata rindu juga khawatir atas adek besar yang jauh saat sakit. Sementara dilayar ponsel, adek besar berusaha terlihat baik - baik saja. Agar ibu tidak terlalu mengkhawatirkannya.
.
Sepertinya, pandemi Covid-19 telah membuat ibu harus menahankan rindu yang teramat sangat pada si bungsu di keluarga kami ini. Karena adek besar memutuskan untuk tidak pulang selama kondisi masih belum baik.
.
Dan siang ini, ketika dia telah begitu cerewet mengomentari photo pempek adaan hasil jepretan mbak, aku tahu bila dia sudah mulai pulih kembali. Terlebih ketika adek besar minta agar bukan photonya yang dikirim, tapi hasil masakannya. 😀.
.
Dia, mah gitu. Kalau sudah sehat, jadi serba doyan.. 😄.
Posting : fb

Komentar

Postingan Populer