Deg - Degan

Karena segala hal yang pertama, selalu membuatku deg - degan. 😀.
.
Seperti saat pertama kali masuk kuliah, aku sudah bikin 'repot'. Pingsan ditengah keramaian. Dan itu.. memalukan!! 😄.
.
Atau ketika pertama kali jadi ibu guru. Aku cuma bisa bengong dihadapan anak - anak. Tidak mampu berbicara. Atau tepatnya bingung apa yang harus disampaikan pada mereka. Hingga anak - anak menatapku dengan wajah bingung. 😂.
.
Dan ini yang terbaru..
.
"Dek, berani gak kirim pempek ke luar kota?" Tanya mbak disuatu malam.
.
"Berani gak, ya?" Aku balik bertanya. Ragu - ragu.
.
"Berani, ya. Bismillah," mbak menguatkan.
Dalam banyak hal, untukku, dia selalu menjadi penguat.
.
Maka mulailah proses pengiriman paket pempek ke luar kota. Membuat pempek, mengemasnya dengan alat vacuum sealer, memasukkan dalam wadah. Serta melapisi botol cuka dengan bubble wrap.
No photo description available..
Seketika meja makan jadi penuh dengan segala macam peralatan. Gunting, selotip, plastik, kotak dan entah apa lagi.
.
Aku pun tak henti bertanya ini itu pada mbak. Memastikan bahwa paket yang kukirim tetap utuh dan baik saat sampai ke tangan pemesan.
.
"Kirim paket satu ajah, ributnya sampai kemana - mana," celetuk mbak yang lelah melayani pertanyaanku. Kemudian disambut ibu dengan tawa berderai.
.
Ah, dia tidak tahu betapa deg - degannya. Khawatir, takut, was - was dan segala macam rasa lain yang bercampur baur jadi satu.
.
Hingga semuanya terbayarkan dengan kelegaan ketika menerima kabar bahwa paket telah sampai dan diterima utuh, baik seperti saat dikirim.
.
Ah, akhirnya.. Alhamdulillah.. lega.. Sepertinya, yang pertama memang selalu membuat deg - degan.. 😄.
 
Posting : fb

Komentar

Postingan Populer