Akhir Sebuah Episode
Ketika sekolah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar dan
pengasuhan, lantaran pandemi Covid - 19, aku berpikir bahwa ini hanya
sementara.
.
Tapi ini salah!
.
Selama berbulan pula, hampir setiap 2 pekan sekali, aku mengirimkan pemberitahuan pada orang tua tentang perpanjangan masa libur mendadak anak - anak.
.
Kelulusan diakhir tahun ajaran pun berlangsung tidak biasa. Kenang - kenangan dan piagam dikirimkan ke rumah masing - masing. Karena sekolah tidak mau mengambil resiko dengan mengundang anak - anak ke sekolah. Situasi dan kondisinya membuat anak - anak sebaiknya ada dirumah. Bersama orang - orang terdekat mereka. Bukan bertemu dengan orang lain. Demi mereka tetap sehat.
.
Hari berlalu. Tibalah saat pendaftaran murid baru. Dan untuk pertama kalinya dalam 17 tahun berdirinya TPA AMALIA, tak ada satu pun murid yang mendaftar. Sedangkan sisa murid sebelumnya hanya 4 orang.
.
Maka dengan segala pertimbangan akhirnya Pengelola memutuskan untuk menutup sekolah. Untuk selamanya.
.
Dan berakhirlah semua kisah tentang anak - anak. Tentang keseruan bermain sambil belajar. Juga tentang semua tawa dan kecerian. Semua cerita kanak - kanak, harus berakhir dengan cara yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.
.
Tak akan ada lagi panggilan 'ibu', Yayuk, 'mbak', 'mbah', dan panggilan lainnya yang mengundang tawa. Tak ada lagi cerita anak - anak yang mengundang tawa. Semua harus diakhiri saat tahun ajaran baru dimulai.
.
Sedih? Itu pasti. Tapi tak harus ditunjukkan. Menangis? Sudah dilewati. Sekarang air mata itu sudah tak jatuh lagi. Tidak rela? Harus direlakan. Karena rencana Allah pastinya akan jauh lebih baik.
.
Dibalik itu semua, mimpi untuk membukukan ribuan cerita tentang anak - anak, masih tetap tersimpan. Dan berharap suatu hari nanti Allah mudahkan jalan untuk mewujudkan mimpi ini.
.
Dan akhirnya......
Tak ada kisah yang tak berakhir. Dihari ini, kisahku sebagai ibu guru, terusaikan.
.
Bahagia bisa melewati 12 tahun yang luar biasa bersama anak - anak. Senang bisa memiliki waktu yang mengalir begitu cepat saat bersama mereka.
.
Dan selanjutnya, aku akan membuat cerita dan kisah lain yang baru. Karena hidup terus berjalan. Agar aku bisa membuat buku lain dengan cerita yang berbeda... 😊.
.
Tapi ini salah!
.
Selama berbulan pula, hampir setiap 2 pekan sekali, aku mengirimkan pemberitahuan pada orang tua tentang perpanjangan masa libur mendadak anak - anak.
.
Kelulusan diakhir tahun ajaran pun berlangsung tidak biasa. Kenang - kenangan dan piagam dikirimkan ke rumah masing - masing. Karena sekolah tidak mau mengambil resiko dengan mengundang anak - anak ke sekolah. Situasi dan kondisinya membuat anak - anak sebaiknya ada dirumah. Bersama orang - orang terdekat mereka. Bukan bertemu dengan orang lain. Demi mereka tetap sehat.
.
Hari berlalu. Tibalah saat pendaftaran murid baru. Dan untuk pertama kalinya dalam 17 tahun berdirinya TPA AMALIA, tak ada satu pun murid yang mendaftar. Sedangkan sisa murid sebelumnya hanya 4 orang.
.
Maka dengan segala pertimbangan akhirnya Pengelola memutuskan untuk menutup sekolah. Untuk selamanya.
.
Dan berakhirlah semua kisah tentang anak - anak. Tentang keseruan bermain sambil belajar. Juga tentang semua tawa dan kecerian. Semua cerita kanak - kanak, harus berakhir dengan cara yang tak pernah terpikirkan sebelumnya.
.
Tak akan ada lagi panggilan 'ibu', Yayuk, 'mbak', 'mbah', dan panggilan lainnya yang mengundang tawa. Tak ada lagi cerita anak - anak yang mengundang tawa. Semua harus diakhiri saat tahun ajaran baru dimulai.
.
Sedih? Itu pasti. Tapi tak harus ditunjukkan. Menangis? Sudah dilewati. Sekarang air mata itu sudah tak jatuh lagi. Tidak rela? Harus direlakan. Karena rencana Allah pastinya akan jauh lebih baik.
.
Dibalik itu semua, mimpi untuk membukukan ribuan cerita tentang anak - anak, masih tetap tersimpan. Dan berharap suatu hari nanti Allah mudahkan jalan untuk mewujudkan mimpi ini.
.
Dan akhirnya......
Tak ada kisah yang tak berakhir. Dihari ini, kisahku sebagai ibu guru, terusaikan.
.
Bahagia bisa melewati 12 tahun yang luar biasa bersama anak - anak. Senang bisa memiliki waktu yang mengalir begitu cepat saat bersama mereka.
.
Dan selanjutnya, aku akan membuat cerita dan kisah lain yang baru. Karena hidup terus berjalan. Agar aku bisa membuat buku lain dengan cerita yang berbeda... 😊.
Posting : fb
Komentar