Tak Sabar

"Sudah bisa diiris, Bu?" Tanyaku pagi ini ketika keluar kamar dan melihat dimeja makan sudah ada irisan lenjer yang akan dijadikan kerupuk.

"Iya. Sudah keras," jawab ibu.

Jadi, lenjeran yang kemarin dibuat, harus diinapkan dulu semalaman. Tujuannya agar menjadi lebih keras dan mudah untuk diiris.

Dulu, ketika ibu sering membuat kerupuk sendiri, aku dan mbak diberi tugas untuk menyusun irisan kerupuk ditampah rotan. Sebagai 'upah'nya, kami boleh mengambil bagian ujung dari setiap lenjeran ini untuk dimakan.

Dan itu cukup membuat kami senang. Karena saat itu ibu biasa membuat pempek atau kerupuk menggunakan ikan belida. Ikan yang dagingnya hampir tanpa serat. Sehingga tekstur pempek atau kerupuk jadi empuk. Selain itu, warnanya pun putih bersih.

Seiring waktu berjalan, ketika ikan Belida sudah tak ditemukan lagi, apalagi di Jogja, maka ikan yang digunakan untuk membuat pempek pun berganti. Dari mulai ikan Tuna yang baru ada saat purnama muncul, hingga ikan Kacangan, Dori dan Barakuda.

Dan ikan terakhir inilah yang digunakan untuk membuat kerupuk kali ini. Walaupun warnanya lebih gelap, tapi rasanya tetap enak.

Yang membuat aku kemudian berpikir bahwa sebenarnya bagi kami, tak penting dibuat dari ikan apapun, bila itu namanya pempek atau kerupuk, pastilah enak. 😂.

Tak sabar menunggu hasil akhir dari kerupuk ikan Barakuda. Tunggu kelanjutan ceritanya, ya.. 😉.

Posting : Kn

Komentar

Postingan Populer