Kerupuk
Suatu hari..
"Ibu mau bikin kerupuk," ujar ibu seraya menyisihkan 4 buah pempek lenjer yang baru saja kubuat.
Jadi, dulu sekali ketika kami masih tinggal ditengah hutan pedalaman Sumatera, ibu sering membuat kerupuk dari ikan Belida. Seiring waktu, ketika kerupuk Palembang sudah banyak tersedia dipasaran, ibu tak pernah lagi membuat kerupuk sendiri. Dan kali ini, tampaknya ibu ingin bernostalgia.
.
Percobaan pertama gagal. Kerupuknya tidak mengembang. Dilanjutkan percobaan kedua. Kembali gagal. Kali ini kerupuknya retak - retak. Yang paling parah adalah percobaan terakhir. Kerupuknya retak - retak, tidak mekar dan 'over cook' alias gosong! Ini lantaran aku menggorengnya dengan minyak yang terlalu panas.
.
Lalu, ibu pun mulai membuat 'analisa' atas semua kegagalan itu. Kesimpulan yang didapat adalah lantaran dalam percobaan itu, bahan kerupuk yang dibuat berasal dari pempek lenjer. Yang adonannya berbeda dengan adonan lenjer untuk kerupuk.
Pada adonan kerupuk, kanji yang digunakan lebih banyak. Bahkan dengan perbandingan 1 : 2. Satu untuk ikan gilingnya. Sedangkan dua untuk bahan kanjinya. Selain itu, adonan pun dibuat lebih kalis. Bisa dibayangkan bila hasil yang didapat, lebih kenyal dan keras dibandingkan pempek yang biasa dikonsumsi.
Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah saat proses pengirisan lenjer untuk menjadi kerupuk. Selain itu, lenjer yang dihasilkan pun lebih rapat dan padat karena kanji yang digunakan lebih banyak.
Bila nanti percobaan ini berhasil, maka satu lagi produk baru akan diluncurkan dari Gedongan Baru. Kerupuk Palembang!
.
Penasaran? Ikuti terus perkembangannya, ya..
"Ibu mau bikin kerupuk," ujar ibu seraya menyisihkan 4 buah pempek lenjer yang baru saja kubuat.
Jadi, dulu sekali ketika kami masih tinggal ditengah hutan pedalaman Sumatera, ibu sering membuat kerupuk dari ikan Belida. Seiring waktu, ketika kerupuk Palembang sudah banyak tersedia dipasaran, ibu tak pernah lagi membuat kerupuk sendiri. Dan kali ini, tampaknya ibu ingin bernostalgia.
Percobaan pertama gagal. Kerupuknya tidak mengembang. Dilanjutkan percobaan kedua. Kembali gagal. Kali ini kerupuknya retak - retak. Yang paling parah adalah percobaan terakhir. Kerupuknya retak - retak, tidak mekar dan 'over cook' alias gosong! Ini lantaran aku menggorengnya dengan minyak yang terlalu panas.
Lalu, ibu pun mulai membuat 'analisa' atas semua kegagalan itu. Kesimpulan yang didapat adalah lantaran dalam percobaan itu, bahan kerupuk yang dibuat berasal dari pempek lenjer. Yang adonannya berbeda dengan adonan lenjer untuk kerupuk.
Pada adonan kerupuk, kanji yang digunakan lebih banyak. Bahkan dengan perbandingan 1 : 2. Satu untuk ikan gilingnya. Sedangkan dua untuk bahan kanjinya. Selain itu, adonan pun dibuat lebih kalis. Bisa dibayangkan bila hasil yang didapat, lebih kenyal dan keras dibandingkan pempek yang biasa dikonsumsi.
Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah saat proses pengirisan lenjer untuk menjadi kerupuk. Selain itu, lenjer yang dihasilkan pun lebih rapat dan padat karena kanji yang digunakan lebih banyak.
Bila nanti percobaan ini berhasil, maka satu lagi produk baru akan diluncurkan dari Gedongan Baru. Kerupuk Palembang!
Penasaran? Ikuti terus perkembangannya, ya..
Posting : Kn

Komentar