Hilang

Yang kutahu, penghasilan seorang food tester alias pencicip makanan, lumayan besar. Beruntungnya, semua produk yang dihasilkan dari Gedongan Baru, tak membutuhkan jasa food tester profesional. Cukup meminta saja pada orang serumah untuk mencicipi masakan yang dibuat. 😀.

Bila ok menurut mereka, maka produk pun siap dipasarkan. Tidak perlu mengeluarkan biaya apapun. Cukup siapkan contoh produk diatas meja, untuk dicicipi bersama. Murah dan mudah khan?

Dan inilah ceritanya...

"Halo.. halo... pempek yang dipiring ini jangan dimakan, ya. Ini pesanan," aku membuat pengumuman siang itu. "Kalau mau nyobain, ambil pempek yang dimeja," lanjutku.

Lalu aku pun beranjak ke kamar. Sejenak merebahkan badan setelah sibuk dengan pesanan pempek sejak pagi hari.

Satu jam kemudian, ketika aku akan menyiapkan pesanan yang akan diambil...

"Ibuuu!! Pempek yang disini siapa yang makan?" Panggilku dari dapur. Kemudian beranjak ke ruang makan seraya menunjukkan piring berisi pempek yang sudah berkurang isinya.

Aku panik. Karena aku tidak mempunyai stok cadangan.

"Ha? Ibu gak tahu," jawab ibu dengan wajah yang sama herannya denganku.

Maka kami berdua pun dalam kebingungan yang berkepanjangan. Hingga...

"Mbak tadi makan pempek yang didapur?" Tanyaku pada mbak.

"Iya," jawab mbak. "Eh, itu pesanan, ya?" Seketika mbak menyadari. "Maaf. Trus gimana?" Tanyanya dengan wajah penuh penyesalan.

Aku tidak menjawab. Hanya tersenyum kecut. Yeaah.. beginilah bila food testernya orang serumah. Bisa tiba - tiba kehilangan stok pesanan lantaran diicip - icip sendiri. 😂.

Posting : Kn

Komentar

Postingan Populer