Celengan Rindu

Ini cerita tentang sebuah kerinduan...

"Dek, Anang kok lama gak telpon, ya?" Tanya ibu beberapa hari lalu saat kami tengah sibuk di dapur.

"Oya? Kayaknya baru kemarin, deh. Tapi nanti adek minta Anang buat telpon," ujarku.
Sepertinya ada yang kangen berat sama lelaki tinggi besar ini. 😊.

Tak berapa lama setelah aku mengirimkan sebuah pesan WA, adek besar pun menghubungi. Dan ibu seperti biasa bertanya tentang 'pertanyaan standar' yang beliau miliki. 'Sudah makan belum, Nang? Makan sama apa?' 😃.

Pertanyaan yang sering aku dan mbak protes. Lantaran menurut kami, adek besar harus lebih banyak puasa. Bukan makan. 😜.

Namun semalam, ketika adek besar kembali menelpon, ada pertanyaan tak biasa yang diajukan ibu. "Anang kapan pulang?"

Wajah sendu tampak terlihat jelas saat ibu bertanya. Dan bila dibiarkan, ada tetes air mata yang siap jatuh. Maka aku buru - buru menyela. Bercerita yang lain.

Ah, sepertinya ada rindu yang tak mampu lagi ditahankan. Rasa yang harus diungkapkan agar aliran kerinduan ini tak tersumbat. Namun belum mampu diwujudkan. Lantaran jarak dan waktu masih menyimpankan celengan rindu begitu rapat. 😍.

Posting : Kn

Komentar

Postingan Populer