Penghargaan
#dirumahsaja
Akhirnya, sebuah 'penantian panjang' terselesaikan. Hari ini keponakan cantik yang bungsu mengusaikan isolasi mandirinya.
Setelah melewati saat - saat bosan, curi - curi kesempatan untuk berjalan keluar dari kamar dan ruang tamu. Juga harus melakukan banyak kegiatan secara terpisah, maka pagi ini dia sudah boleh bergabung di meja makan bersama penghuni rumah lainnya.
"Adek mau duduk dimana?" Aku memberi tawaran padanya untuk memilih tempat duduk di meja makan.
"Disini saja. Disebelah Akung," bapak langsung menunjuk kursi yang ada di sebelah kanan beliau.
. Tampaknya sudah ada yang kangen berat dengan cucu bontot di keluarga ini.
Maka resmilah mulai hari ini, semua kursi makan dirumah mempunyai pemiliknya masing - masing.
"Gimana rasanya dikurung, Dek?" Tanya bapak pada keponakan bungsu.
Bapak biasa menggunakan istilah 'dikurung' untuk merujuk kata isolasi. Karena menurut beliau, pada faktanya, isolasi itu sama seperti dikurung.
.
Keponakan cantik tidak menjawab. Tapi hanya memberikan senyum saja.
"Seharusnya ibu dapat penghargaan dari RT, ya. Karena sudah berhasil mengkarantina adek selama 14 hari," bapak memberikan saran agar mbak alias ibunya, mendapat penghargaan.
.
"Penghargaan dari Pak RT," canda mbak.
"Padahal ada juga yang karantinanya di hotel. Gak di rumah," sambung ibu.
"Berarti penghargaannya lebih tinggi lagi. Diberikan pak Camat," sahut mbak lagi sambil tertawa berderai.
.
Bapak, mah ada - ada ajah.
Masih semangat khan?
Akhirnya, sebuah 'penantian panjang' terselesaikan. Hari ini keponakan cantik yang bungsu mengusaikan isolasi mandirinya.
Setelah melewati saat - saat bosan, curi - curi kesempatan untuk berjalan keluar dari kamar dan ruang tamu. Juga harus melakukan banyak kegiatan secara terpisah, maka pagi ini dia sudah boleh bergabung di meja makan bersama penghuni rumah lainnya.
"Adek mau duduk dimana?" Aku memberi tawaran padanya untuk memilih tempat duduk di meja makan.
"Disini saja. Disebelah Akung," bapak langsung menunjuk kursi yang ada di sebelah kanan beliau.
Maka resmilah mulai hari ini, semua kursi makan dirumah mempunyai pemiliknya masing - masing.
"Gimana rasanya dikurung, Dek?" Tanya bapak pada keponakan bungsu.
Bapak biasa menggunakan istilah 'dikurung' untuk merujuk kata isolasi. Karena menurut beliau, pada faktanya, isolasi itu sama seperti dikurung.
Keponakan cantik tidak menjawab. Tapi hanya memberikan senyum saja.
"Seharusnya ibu dapat penghargaan dari RT, ya. Karena sudah berhasil mengkarantina adek selama 14 hari," bapak memberikan saran agar mbak alias ibunya, mendapat penghargaan.
"Penghargaan dari Pak RT," canda mbak.
"Padahal ada juga yang karantinanya di hotel. Gak di rumah," sambung ibu.
"Berarti penghargaannya lebih tinggi lagi. Diberikan pak Camat," sahut mbak lagi sambil tertawa berderai.
Bapak, mah ada - ada ajah.
Masih semangat khan?
Posting : fb
Komentar