Bahasa Kalbu
Berkomunikasi dengan ibu, tak hanya menggunakan bahasa lisan. Tapi juga membutuhkan 'bahasa kalbu'.
.
Seperti ini...
"Dek, anunya dikasih itu," perintah ibu suatu kali saat kami sedang berada didapur. Ibu berkata seraya menunjuk panci diatas kompor.
Aku mengalihkan pandangan pada arah yang ditunjuk ibu. Dan paham apa yang diinginkan.
Ibu memintaku memberi garam pada sayur yang berada di panci.
Lain waktu...
"Bapak, ayamnya sudah dikasih makan?" Tanya ibu disuatu sore.
"Ayam?" Bapak balik bertanya.
"Eh, salah. Kucing," ralat ibu.
Dan itu juga salah. Karena kami tidak memelihara ayam. Apalagi kucing.
.
"Maksud ibu, ikan Pak," aku membantu menterjemahkan apa yang dimaksud ibu.
Dan ini yang terjadi kemarin..
"Anu yang biasa disini, kok gak ada?" Tanya ibu yang keluar dari kamar seraya memegang sebuah botol kecil.
"Anu apa, ya bu?" Aku balik bertanya. Kondisi lapar menjelang buka puasa, membuat otakku tidak dapat bekerja dengan baik.
.
"Ini lho. Anu yang disini. Biasanya diatas sini kok," ibu menunjuk meja diruang tengah.
"Maaf, bu. Adek beneran gak tahu," aku menyerah.
Tiba - tiba..
"Ada dikamar mbak," jawab mbak sambil segera masuk ke kamarnya dan mengambil sebuah botol kecil. Botol minyak tawon.
Kok mbak tahu?
Karena ibu berkata 'anu' sambil menunjukkan botol minyak tawon.
Jadi?
Jangan malas untuk belajar bahasa kalbu, ya.
.
Sehat terus ibu....
Seperti ini...
"Dek, anunya dikasih itu," perintah ibu suatu kali saat kami sedang berada didapur. Ibu berkata seraya menunjuk panci diatas kompor.
Aku mengalihkan pandangan pada arah yang ditunjuk ibu. Dan paham apa yang diinginkan.
Ibu memintaku memberi garam pada sayur yang berada di panci.
Lain waktu...
"Bapak, ayamnya sudah dikasih makan?" Tanya ibu disuatu sore.
"Ayam?" Bapak balik bertanya.
"Eh, salah. Kucing," ralat ibu.
Dan itu juga salah. Karena kami tidak memelihara ayam. Apalagi kucing.
"Maksud ibu, ikan Pak," aku membantu menterjemahkan apa yang dimaksud ibu.
Dan ini yang terjadi kemarin..
"Anu yang biasa disini, kok gak ada?" Tanya ibu yang keluar dari kamar seraya memegang sebuah botol kecil.
"Anu apa, ya bu?" Aku balik bertanya. Kondisi lapar menjelang buka puasa, membuat otakku tidak dapat bekerja dengan baik.
"Ini lho. Anu yang disini. Biasanya diatas sini kok," ibu menunjuk meja diruang tengah.
"Maaf, bu. Adek beneran gak tahu," aku menyerah.
Tiba - tiba..
"Ada dikamar mbak," jawab mbak sambil segera masuk ke kamarnya dan mengambil sebuah botol kecil. Botol minyak tawon.
Kok mbak tahu?
Karena ibu berkata 'anu' sambil menunjukkan botol minyak tawon.
Jadi?
Jangan malas untuk belajar bahasa kalbu, ya.
Sehat terus ibu....
Posting : Kn
Komentar