Ala - Ala

Mungkin ini semua disebabkan karena kami terlalu sering menonton video tentang ulasan para food vloger di Youtube..... 😊.

Sore hari, ketika waktunya berbuka..

"Kok sambalnya ada rasa pahit, Bu?" Tanyaku pada ibu.
Saat itu, aku tengah makan bakwan tahu dengan cocolan sambal bawang buatan ibu.

"Masa, sih? Bikinnya kayak biasa," ujar ibu.

"Iya. Pahitnya lebih dominan dibandingkan rasa pedasnya," aku mencoba meyakinkan.

"Sambal kok pahit, sih Bul?" Gantian keponakan cantik yang sulung ikutan penasaran. Dia biasa menyapaku dengan 'Bul'.
Lalu melakukan hal yang sama denganku. Mencocol bakwan tahu dengan sambal bawang.

"Iya. Kok ada rasa pahit - pahitnya gitu," dia menegaskan aku.
Caranya berkata, mengingatkan aku pada iklan sebuah produk minuman mineral. 'Kayak ada manis - manisnya gitu'. 😀.

"Tuh, bulek gak bohong khan?"

"Mungkin kurang garam?" Keponakan cantik berkata dengan nada menggantung.

"Kayaknya gak, deh. Kalau kurang garam, seharusnya rasa pahitnya tidak sedominan ini," aku memberikan pendapat.

Sambil terus mengulas sambal bawang yang terasa pahit, tanpa sadar bakwan tahu pun tinggal tersisa separuh saja. 😄.

Begitulah kami.
Bila food vloger sejati hanya cukup satu suapan saja untuk dapat menyimpulkan rasa sebuah makanan, maka yang terjadi pada kami adalah sebaliknya. Hingga makanan itu habis, kami masih tetap saja bingung untuk menyimpulkan rasa masakan. 😛.

Masih semangat puasanya khan?

Posting : Kn

Komentar

Postingan Populer