Silaturahim
#dirumahsaja
.
Dilahirkan dalam sebuah keluarga besar, baik dari garis ibu maupun bapak, membuat aku sering sekali menghadiri acara pertemuan keluarga. Setidaknya setiap bulan. Bertemu dengan om, bulek, sepupu atau keponakan. Bertukar cerita. Juga saling melepaskan kerinduan.
.
Selain itu, karena bapak dan ibu sudah dituakan dalam keluarga besar, maka sering kali kami juga menerima kunjungan adik - adik ibu ataupun keponakan bapak dirumah.
.
Ketika harus ada himbauan untuk dirumah saja, maka semua kebiasaan bertemu itu pun untuk sementara 'dihilangkan'. Sebagai gantinya, kami melakukan panggilan video secara bersama. Bertanya kabar dan bertukar cerita.
.
Namun itu, tidak cukup. Karena kerinduan untuk bertemu itu tetap ada. Belum puas bila belum bertatap muka. Bersalaman. Berpelukan.
.
Maka untuk memenuhi hasrat silaturahim secara langsung, sejak beberapa hari ini, adik - adik ibu dan keponakan - keponakan bapak pun memiliki cara 'unik'. Mereka datang ke rumah. Tidak masuk ke dalam. Hanya diluar pagar. Sementara bapak ibu diseberang pagar. Ngobrol dengan tetap menggunakan masker. Tidak ada salaman. Juga berpelukan. Walau tidak lama, tapi setidaknya celengan rindu untuk bertatap muka itu, terpecahkan.
.
Dan diakhir perjumpaan, sebuah harapan sama - sama terucap. Semoga 'badai' ini segera berlalu.
Dilahirkan dalam sebuah keluarga besar, baik dari garis ibu maupun bapak, membuat aku sering sekali menghadiri acara pertemuan keluarga. Setidaknya setiap bulan. Bertemu dengan om, bulek, sepupu atau keponakan. Bertukar cerita. Juga saling melepaskan kerinduan.
.
Selain itu, karena bapak dan ibu sudah dituakan dalam keluarga besar, maka sering kali kami juga menerima kunjungan adik - adik ibu ataupun keponakan bapak dirumah.
.
Ketika harus ada himbauan untuk dirumah saja, maka semua kebiasaan bertemu itu pun untuk sementara 'dihilangkan'. Sebagai gantinya, kami melakukan panggilan video secara bersama. Bertanya kabar dan bertukar cerita.
.
Namun itu, tidak cukup. Karena kerinduan untuk bertemu itu tetap ada. Belum puas bila belum bertatap muka. Bersalaman. Berpelukan.
.
Maka untuk memenuhi hasrat silaturahim secara langsung, sejak beberapa hari ini, adik - adik ibu dan keponakan - keponakan bapak pun memiliki cara 'unik'. Mereka datang ke rumah. Tidak masuk ke dalam. Hanya diluar pagar. Sementara bapak ibu diseberang pagar. Ngobrol dengan tetap menggunakan masker. Tidak ada salaman. Juga berpelukan. Walau tidak lama, tapi setidaknya celengan rindu untuk bertatap muka itu, terpecahkan.
.
Dan diakhir perjumpaan, sebuah harapan sama - sama terucap. Semoga 'badai' ini segera berlalu.
Posting : fb
Komentar