Gak Percaya
Jadi begini....
.
Ketika ibu berada didapur, maka aku bertindak sebagai asisten chef. Tugasnya menyiapkan bahan - bahan yang akan dimasak, meracik satu persatu. Sehingga memudahkan ibu saat memasak. Karena tinggal memasukkan bahan - bahannya saja dan memprosesnya hingga matang.
.
Bila kemudian mbak turut hadir didapur, maka dia menjadi pembantunya asisten. Tugasnya mencuci peralatan masak dan bersih - bersih.
.
.
Lalu, begini yang terjadi...
.
"Bu, kunyitnya mana?" Tanyaku pada ibu.
Saat itu aku tengah menyiapkan bahan untuk membuat pindang ceker.
.
"Ambil dulu dibelakang," jawab ibu.
Bapak dan ibu biasa menanam beberapa bumbu dapur dikebun belakang rumah. Seperti laos, kunyit, jahe dan kunci.
.
"Eh, ini ada sedikit," ujarku seraya menunjukkan kunyit seukuran ruas ibu jariku.
.
"Itu empunya kunyit. Tapi dipakai ajah," sahut ibu.
.
"Semuanya?"
.
"Iya."
.
"Jangan semuanya. Nanti kuning banget," tiba - tiba mbak memberikan pendapat.
.
"Gak! Semua ajah. Gak papa," jawab ibu.
.
"Gak kebanyakan?" Tanya mbak.
.
Aku yang masih menyiapkan bahan pindang, mengabaikan pertanyaan mbak sambil menahan tawa yang rasanya sudah mau meledak.
.
Bagaimana tidak?
Bisa - bisanya pembantu asisten chef membantah perintah chef. Lha wong aku aja gak berani. Mbak, mah suka gitu orangnya.
.
Posting : fb
Komentar