Sambal
#dirumahsaja
.
Dapat juga berarti turun ke dapur. Ngobrol sana - sini. Karena dirumah, semua tempat bisa jadi arena buat berbincang tentang apa saja. Tapi, bisa juga berarti belajar memasak.
.
Seperti cerita kali ini...
.
"Titi mau masak apa?" Keponakan cantik yang sulung bertanya pada ibu, yang biasa dipanggil 'titi' oleh cucu - cucunya.
.
"Mau goreng ayam."
.
"Bikin ayam geprek ajah, ya Ti," pintanya.
Dan ternyata ayam geprek dan ayam penyet itu beda. Walaupun sama - sama digoreng kemudian 'digepengkan' dalam baluran sambal. Kalau ayam penyet digoreng tanpa tepung. Sedangkan ayam geprek memakai tepung. Itu yang aku tahu dari keponakan cantik.
.
Memenuhi permintaannya, maka ibu pun membungkus ayam yang sudah dibumbui dengan tepung.
.
"Mbak yang bikin sambalnya, ya," keponakan besar menawarkan diri.
.
Hhmmm ini pasti akan 'mengasyikkan', aku bergumam sendiri. 😊.
.
Mulailah mahasiswi semester dua ini menyiapkan bahan - bahan untuk membuat sambal atas instruksi ibu. Meletakkan satu persatu bahannya dicobek dan mulai menggiling atau bahasa kerennya mengulek. 😀.
.
Lima menit berlalu...
.
"Tangan mbak capek," ujarnya, mengeluh.
.
Aku dan ibu yang mendengarnya langsung terbahak. Tertawa geli. Tidak membantunya, tapi aku justru berkomentar, "Jadi tahu khan? Kalau bikin sambel itu, pakai usaha dulu. Gak tiba - tiba ada dimeja."
.
Dia yang mendengar 'kicauan'ku hanya tersenyum kecut. Dan akhirnya, aku juga yang harus turun tangan menyelesaikan sambal ini. Demi sebuah makanan yang berjudul 'ayam geprek'. 😉.
.
(Belum bosan dirumah khan?)
Dapat juga berarti turun ke dapur. Ngobrol sana - sini. Karena dirumah, semua tempat bisa jadi arena buat berbincang tentang apa saja. Tapi, bisa juga berarti belajar memasak.
.
Seperti cerita kali ini...
.
"Titi mau masak apa?" Keponakan cantik yang sulung bertanya pada ibu, yang biasa dipanggil 'titi' oleh cucu - cucunya.
.
"Mau goreng ayam."
.
"Bikin ayam geprek ajah, ya Ti," pintanya.
Dan ternyata ayam geprek dan ayam penyet itu beda. Walaupun sama - sama digoreng kemudian 'digepengkan' dalam baluran sambal. Kalau ayam penyet digoreng tanpa tepung. Sedangkan ayam geprek memakai tepung. Itu yang aku tahu dari keponakan cantik.
.
Memenuhi permintaannya, maka ibu pun membungkus ayam yang sudah dibumbui dengan tepung.
.
"Mbak yang bikin sambalnya, ya," keponakan besar menawarkan diri.
.
Hhmmm ini pasti akan 'mengasyikkan', aku bergumam sendiri. 😊.
.
Mulailah mahasiswi semester dua ini menyiapkan bahan - bahan untuk membuat sambal atas instruksi ibu. Meletakkan satu persatu bahannya dicobek dan mulai menggiling atau bahasa kerennya mengulek. 😀.
.
Lima menit berlalu...
.
"Tangan mbak capek," ujarnya, mengeluh.
.
Aku dan ibu yang mendengarnya langsung terbahak. Tertawa geli. Tidak membantunya, tapi aku justru berkomentar, "Jadi tahu khan? Kalau bikin sambel itu, pakai usaha dulu. Gak tiba - tiba ada dimeja."
.
Dia yang mendengar 'kicauan'ku hanya tersenyum kecut. Dan akhirnya, aku juga yang harus turun tangan menyelesaikan sambal ini. Demi sebuah makanan yang berjudul 'ayam geprek'. 😉.
.
(Belum bosan dirumah khan?)
Posting : f b
Komentar