Rumah Bersama
Karena bersama anak - anak, maka ibu guru harus selalu ceria agar dapat membawa suasana yang menyenangkan bagi mereka. Dan ceria itu harus selalu diciptakan. Kapanpun. Apapun keadaannya.
.
Seperti ini...
.
"Bibi, sekarang boleh ambil mainan," perintahku pada Hibrizi setelah selesai melambaikan tangan, untuk melepas kepergian sang papa pagi ini.
.
Hibri segera beranjak menuju rak mainan. Mengambil sebuah keranjang berisi balok warna. Beringsut menuju pojok kelas dan mulai membangun sebuah bentuk bangunan.
.
Sepuluh menit berlalu..
.
"Hibri bikin apa?" Tanyaku.
.
"Rumah papa."
.
Biasanya ketika anak - anak membangun sebuah bentuk bangunan yang dinamai 'rumah', maka bangunan lain disekitarnya adalah rumah juga. Namun milik orang yang berbeda. Misal rumah mama, rumah eyang, rumah adik dan lainnya. Intinya, semua anggota keluarga memiliki rumah dalam satu komplek itu. 
.
"Rumah papa? Bagus banget. Tinggi, ya?" Aku mencoba mengenalkan konsep tinggi rendah pada Hibri. "Trus, rumah mama sebelah mana?" Lanjutku.
.
Saat Hibri tengah memikirkan jawabannya, tiba - tiba dari belakangku salah satu ibu guru bergumam, "Mama khan tinggal sama papa. Jadi itu juga rumahnya mama. Bu Yayuk gimana, sih?"
.
Spontan aku tertawa mendengarkan gumaman ibu guru. Bener juga, ya.
.
Posting : fb
Komentar