Pusing

Menjawab pertanyaan Rafif disaat kelelahan memuncak dan kesabaran mulai menurun, membutuhkan 'perjuangan dan semangat' yang luar biasa. 😊.
.
Seperti ini...
.
Siang hari, ketika kasur sudah ditata, anak - anak sudah berbaring ditempat masing - masing...
.
"Bang, kita tidur, yuk," ajakku pada Rafif. "Abang mau ibu peluk atau pegang tangan ibu?" Aku memberi penawaran seraya merebahkan diri disebelahnya.
Saat menidurkan Rafif, aku selalu ikut berbaring disebelahnya. Karena bila aku hanya duduk saja, dia akan ikutan duduk dan kantuknya akan menguap seiring bola matanya yang menjernih.
.
"Sebentar, Bu Yayuk. Abang guling - guling dulu," dia meminta waktu sejenak. Kemudian mulai berguling ke depan dengan bertumpu pada kepalanya. Dan itu membuat darahku berdesir karena khawatir.
.
"Abang, kalau mau seperti itu, harus didampingi oleh papa. Tidak boleh sendiri. Karena berbahaya," aku menjelaskan panjang lebar. Tanpa disadari, terkadang anak - anak melakukan tindakan permainan yang justru akan membahayakan diri mereka sendiri. "Leher abang bisa patah," lanjutku.
.
"Bahaya?" Rafif mengulangi pernyataanku.
.
"Iya!" Jawabku tegas.
.
"Kepalanya bisa hilang?"
.
"Bukan kepala. Tapi lehernya bisa patah," aku mengulangi.
.
"Kepalanya gak hilang?"
.
"Tidak! Kepalanya masih tetap ada ditempatnya."
.
"Lehernya yang hilang?"
.
"Lehernya gak hilang, Bang. Tapi lehernya bisa patah," mulai ada nada tidak sabar dalam jawabanku. 😀.
.
"Lehernya patah?"
.
"Yups! Bener banget. Kalau abang melakukan guling - guling yang kayak tadi tanpa didampingi orang dewasa, bisa saja leher abang patah. Dan itu sakit banget," aku berkata panjang lebar (lagi) seraya memasang wajah kesakitan agar lebih meyakinkan.
.
"Abang gak boleh?"
.
"Iya. Abang gak boleh melakukan itu sendiri," aku menjawab seraya berharap setelah ini dia akan mengakhiri pertanyaannya.
.
"Nanti lehernya patah?"
.
Ya allah... masih belum selesai juga?
"Iya abang sayang. Bener banget. Sekarang kita tidur, ya," ajakku dengan lelah yang menghinggapi.
Kuberikan tanganku untuk dipegangnya.
.
Sedetik berlalu, didetik kedua...
.
"Kepalanya masih ada?"
.
Masih Baaaaaaang... Kepalanya masih tetap ditempatnya. Gak kemana - mana....😂.

Posting : fb

Komentar

Postingan Populer