Main HP

Ketika berada di sekolah, maka aku lebih sering memegang ponsel dibandingkan ibu guru lainnya. Dalam situasi anak - anak bermain maupun belajar.
.
Saat belajar, aku akan mengabadikan kegiatan mereka dalam bentuk photo dan video menggunakan ponsel. Kemudian kukirimkan pada orang tua sebagai laporan kegiatan harian. Ketika anak - anak bermain, aku pun banyak melihat ponsel untuk mengecek pesan yang masuk dari wali murid. Dan membalasnya segera bila mereka menanyakan sesuatu.
.
Jadi, anak - anak sudah sangat terbiasa melihatku 'asyik' dengan ponsel.
.
Berikut ceritanya...
.
"Rafif, bentuk sesuatu dulu. Baru boleh main dengan teman lainnya," ibu guru mengingatkan.
.
Jadi, beberapa anak lebih memilih bermain bersama teman. Membuat sesuatu. Kemudian 'diklaim' sebagai hasil karyanya. Lalu terjadilah keributan. 😀.
Untuk menghindari hal tersebut, ibu guru membiasakan anak untuk bermain sendiri terlebih dahulu. Membuat sebuah karya. Setelah itu baru boleh bergabung dengan teman.
.
"Main sama Hibri ajah," tawar Rafif.
.
"Gak! Buat sesuatu dulu. Baru boleh main dengan Hibri," tegas ibu guru.
Saat itu Hibri sudah membuat bangunan menggunakan balok warna.
.
"Main sama Ahmad," Rafif membuat penawaran lainnya.
.
Aku yang mendengarkan dialog tawar menawar ini menahan tawa sambil membalas WA dari mama-nya Mye.
.
"Tidak Rafif. Main sendiri dulu. Nanti baru boleh main dengan Hibri atau Ahmad," sekali lagi ibu guru menegaskan.
.
"Aku gak mau main sendiri," rengek Rafif.
.
"Ya sudah! Abang main sama Bu Yayuk, ya," ujarku seraya meletakkan ponsel di meja.
.
"Gak usah! Abang main sendiri" Jawab Rafif. "Bu Yayuk main hp ajah," saran Rafif.
.
Kali ini, aku benar - benar tergelak.
Enak ajah main hp. Ibu khan lagi kerja dengan hp, Bang. 😂.
.
 
Posting : fb

Komentar

Postingan Populer