Berpegangan Tangan

Jadi begini...
.
Setiap hari, ketika tidur di sekolah, Rafif selalu memegang tanganku. Menjalinkan jari jemarinya ke jari tanganku. Bila tidak, dia akan memelukku. Itu sebabnya aku harus selalu berada disampingnya hingga dia tertidur. Aku tidak boleh bersama teman lainnya. Kalau kata ibu guru, 'posesif'. 😀.
.
Dan inilah ceritanya..
.
"Varo, ayo tidur," salah satu ibu guru mengingatkan Varo yang sedari tadi asyik memainkan bantal dikepalanya.
Varo termasuk anak yang susah tidur siang. Dia selalu paling belakang untuk terlelap. Bila semua temannya telah tertidur. Dan suasana pun hening.
.
"Mau tidur dengan Bu Yayuk?" Aku memberi tawaran. Saat itu aku berbaring dikasur yang berseberangan dengan kasur Varo.
.
Bocah cilik ini menganggukkan kepalanya. Tumben. Selama ini dia termasuk yang paling jarang mau tidur bersamaku.
.
Masih dengan berbaring, aku pun mengelus - elus punggungnya. Namun Varo menolak. Diambilnya tanganku. Dipegangnya selayaknya orang berpegangan tangan. Maka akupun berganti mengelus - elus punggung tangannya dengan ibu jariku. Hingga akhirnya Varo pun tertidur.
.
"Tidur ajah pakai pegangan tangan, Bu. Kayak mau nyebrang jalan," tiba - tiba salah satu ibu guru nyeletuk.
.
Dan akupun tergelak ketika menyadari bahwa kedua tanganku berpegangan pada Rafif dan Varo. 😂.
.
Siapa tahu khan, dalam tidurnya, anak - anak ini mimpi nyebrang jalan. Jadi biar aman, harus dipegangin.

Posting : fb

Komentar

Postingan Populer