TIdak Percaya

Membujuk adalah pekerjaan susah - susah gampang. Atau bisa juga gampang - gampang susah. Karena bujukan yang sama, tapi dilakukan oleh orang yang berbeda, hasilnya bisa sama. Namun bisa juga sebaliknya.
.
Membujuk terlihat sederhana di sekolah. Karena hampir setiap saat ada bujuk rayu yang dilakukan. Namun menjadi 'luar biasa' bila dalam situasi dan kondisi yang tak biasa.
.
Seperti ini...
.
"Kenapa Mye menangis, Bu?" Aku bertanya pada salah satu ibu guru yang tampak tengah berbaring disebelah Myesha. Saat itu, aku baru saja masuk kembali ke ruang kelas. Setelah sebelumnya mengantarkan Az-Zahra, murid baru di sekolah, pada ibunya.
.
"Minta ikutan pulang sama Az-Zahra," sahut beliau.
Az-Zahra adalah sepupu Myesha. Pekan ini dia baru saja memasuki masa adaptasi. Sehingga pulangnya lebih awal dibandingkan anak - anak lainnya.
.
"Nanti Mye dijemput mama. Sekarang tunggu dulu disini. Sama ibu guru," terdengar suara ibu guru membujuk Mye.
.
Tapi tampaknya tak berhasil. Karena suara tangisnya masih saja terdengar. Sementara teman lainnya sudah mulai terlelap.
.
"Tidur sama ibu ajah, ya? Dikasur atas," Aku menawarkan diri untuk menghentikan tangis Myesha. Lantaran suara tangis itu dapat membuat keributan dan membangunkan teman lainnya.
.
Myesha mengiyakan dan kugendong menuju kasur yang tadi kupakai untuk berbaring.
.
"Mye mau pulang?" Aku bertanya sambil merebahkan diri disampingnya.
.
Mye mengangguk.
.
"Ibu telpon mama dulu, ya," ujarku seraya mengambil ponsel diatas meja.
Sengaja layar ponsel kuarahkan pada Mye untuk meyakinkan bahwa aku tengah menghubungi sang mama. (Berbohong untuk kebaikan bersama. 😂).
.
Sejenak diam seakan menunggu panggilan tersambung. Kemudian aku mulai berakting..
.
"Assalamu'alaikum Mama. Ini lho Mye minta jemput. Mama bisa jemput khan?" Aku memasang wajah serius. Seakan begitu memohon agar sang mama segera datang. "O.. mama sedang dijalan tho? Ok, Ma. Ditunggu disekolah, ya. Jam 3," aku mengakhiri pembicaraan. Jam 3 adalah waktu penjemputan anak - anak di sore hari.
.
"Sudah Mye. Kata mama ntar dijemput jam 3. Sekarang sambil nunggu mama, pejamkan matanya dulu. Biar gak capek," bujukku.
.
Tak lama kemudian, Mye kembali tertidur.
.
Sambil bergurau, aku berkata pada ibu guru, "Tadi gak bawa ponsel, sih. Jadi Mye gak percaya kalau mama mau jemput."
.
Dan berderailah tawa ibu guru diantara suara dengkur halus anak - anak yang tidur siang ini. 😁.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer