Sebuah Panggilan (3)
Dan yang terakhir... juga teman kuliah..
Pertama kali mengenalnya saat menjadi mahasiswa baru, Dia berbaris disebelahku. Ketika berkenalan, aku langsung 'jatuh hati' padanya. Wajahnya cantik, pembawaannya tenang. Khas wanita Solo. Jauh berbeda dengan aku yang 'pecicilan'.
"Orang Solo, ya?" aku langsung menebak ketika kami sudah saling menyebutkan nama tanda perkenalan.
"Iya," jawabnya. "Kok tahu?"
"Kelihatan dari wajahnya," jawabku yakin.Atau lebih tepatnya, sok yakin.
Dan sejak saat itu, bertemanlah kami. Karena kuliah dalam satu kelas yang sama, semakin seringlah kami bermain bersama. Membagi banyak cerita. Menyimpan kisah rahasia satu sama lain. Bahkan tak jarang aku menjadi 'provokator' baginya. 😂.
"Orang Solo, ya?" aku langsung menebak ketika kami sudah saling menyebutkan nama tanda perkenalan.
"Iya," jawabnya. "Kok tahu?"
"Kelihatan dari wajahnya," jawabku yakin.Atau lebih tepatnya, sok yakin.
Dan sejak saat itu, bertemanlah kami. Karena kuliah dalam satu kelas yang sama, semakin seringlah kami bermain bersama. Membagi banyak cerita. Menyimpan kisah rahasia satu sama lain. Bahkan tak jarang aku menjadi 'provokator' baginya. 😂.
Dalam bayanganku, dia dapat membuat aku menjadi lebih 'anteng'. Setidaknya, aku ketularan dengan kelembutan yang dimilikinya. Namun sepertinya tidak seperti itu. Pengaruh 'buruk'ku begitu kuat. Sehingga saat kami bertiga (aku, Imer dan dia) berkumpul, justru dia yang ikutan rame sepertiku. 😀.
Berbeda dengan temanku yang lain, yang aku lupa dengan nama aslinya, maka khusus untuk dia, aku harus selalu ingat nama panggilan yang biasa ditujukan untuknya. Karena ketika satu kali aku datang berkunjung ke rumahnya dan minta bertemu dengan 'Nadi', maka yang menemuiku adalah sang bapak.
Aku lupa!! Nama panggilan yang kubuat untuknya adalah nama belakang ayahnya. 😂.
Berbeda dengan temanku yang lain, yang aku lupa dengan nama aslinya, maka khusus untuk dia, aku harus selalu ingat nama panggilan yang biasa ditujukan untuknya. Karena ketika satu kali aku datang berkunjung ke rumahnya dan minta bertemu dengan 'Nadi', maka yang menemuiku adalah sang bapak.
Aku lupa!! Nama panggilan yang kubuat untuknya adalah nama belakang ayahnya. 😂.
Komentar