Posesif
Harum semerbak tubuh di pagi hari, rasanya sulit bertahan sepanjang
hari, ketika bermain dengan anak - anak. Karena bermandikan peluh adalah
keniscayaan yang tak terbantahkan. 😀.
.
Maka beginilah yang terjadi...
.
Siang hari, waktunya tidur siang. Seperti biasa, aku akan menemani Rafif dikasurnya.
.
"Abang, gak tidur dilantai dong. Dingin," ujarku saat melihat Rafif sudah berguling - guling dilantai.
.
"Gak mau sama Bu Yayuk," jawabnya. "Bau!"
.
Aku tertawa terbahak. Ya iyalah. Ibu sudah bermandi keringat sejak tadi. Berlari, melompat, berjalan kesana kemari.
.
"Ya sudah. Ibu sama mbak Thifa ajah," aku berkata seraya membalikkan badan menghadap kasur Thifa yang letaknya bersebelahan.
.
Memeluk dan bercanda dengan Thifa. Menggelitikinya seraya berhitung dalam hati, 'satu..dua...tiga.'
.
"Bu Yayuk gak boleh sama mbak Thifa!" Protes Rafif yang sudah berada dibelakangku.
Tepat seperti yang kuperkirakan. Pada hitungan ketiga akan terdengar suara protes dari Rafif.
.
Aku tersenyum simpul. Diantara semua anaknya Bu Yayuk, Rafif adalah anak yang paling posesif. Dia tidak memperbolehkan aku bersama anak lain. Harus selalu bersama.
.
"Tadi khan Abang bilang kalau ibu bau. Gak mau sama ibu," sahutku sambil tetap memeluk Thifa.
.
"Gak boleh, Bu Yayuk," rengeknya. "Ibu sama abang Rafif ajah," Rafif berkata seraya memelukku dari belakang. Sibuk melepaskan pelukan tangan Thifa dileherku.
.
Abang, mah gitu. Posesifnya tingkat dewa. 😁.
.
Maka beginilah yang terjadi...
.
Siang hari, waktunya tidur siang. Seperti biasa, aku akan menemani Rafif dikasurnya.
.
"Abang, gak tidur dilantai dong. Dingin," ujarku saat melihat Rafif sudah berguling - guling dilantai.
.
"Gak mau sama Bu Yayuk," jawabnya. "Bau!"
.
Aku tertawa terbahak. Ya iyalah. Ibu sudah bermandi keringat sejak tadi. Berlari, melompat, berjalan kesana kemari.
.
"Ya sudah. Ibu sama mbak Thifa ajah," aku berkata seraya membalikkan badan menghadap kasur Thifa yang letaknya bersebelahan.
.
Memeluk dan bercanda dengan Thifa. Menggelitikinya seraya berhitung dalam hati, 'satu..dua...tiga.'
.
"Bu Yayuk gak boleh sama mbak Thifa!" Protes Rafif yang sudah berada dibelakangku.
Tepat seperti yang kuperkirakan. Pada hitungan ketiga akan terdengar suara protes dari Rafif.
.
Aku tersenyum simpul. Diantara semua anaknya Bu Yayuk, Rafif adalah anak yang paling posesif. Dia tidak memperbolehkan aku bersama anak lain. Harus selalu bersama.
.
"Tadi khan Abang bilang kalau ibu bau. Gak mau sama ibu," sahutku sambil tetap memeluk Thifa.
.
"Gak boleh, Bu Yayuk," rengeknya. "Ibu sama abang Rafif ajah," Rafif berkata seraya memelukku dari belakang. Sibuk melepaskan pelukan tangan Thifa dileherku.
.
Abang, mah gitu. Posesifnya tingkat dewa. 😁.
(Posting : fb)
Komentar