Kaget
Ada banyak cara yang dilakukan orang tua saat menjemput sang anak disore hari.
.
Ada yang merentangkan tangan ketika si anak keluar dari pintu kelas. Ada juga yang melambaikan tangan menyambut si anak yang berlari menghampiri. Yang lainnya mengembangkan senyum terindah sambil mendatangi buah hatinya. Dan masih banyak cara lainnya. Intinya, lain orang tua, lain pula caranya.
.
Tapi untuk yang satu ini, sungguh 'berbahaya'...
.
"Mas, sudah dijemput," aku memberitahu salah satu anak.
.
"Dijemput papa?" Tanyanya.
.
"Hhmm ibu gak tahu, ya. Nanti kita lihat," ujarku.
Salah satu ibu guru memberitahukan bahwa si anak sudah dijemput. Itu sebabnya, aku tidak tahu siapa yang menjemput si anak.
.
"Ibu buka rolling doornya. Trus kita lihat, ya siapa yang menjemput. Siap - siap ibu hitung. Satu.. Dua.. Tiga," aku menghitung.
.
Saat pintu terbuka, tak ada siapa pun di halaman sekolah. Aku sempat bingung dan sebelum sempat bertanya pada ibu guru, tiba - tiba..
.
"Haa!!" Sebuah suara mengejutkan, terdengar dari balik dinding sekolah.
.
"Aaa!" Gantian aku yang teriak karena terkaget - kaget. Jantungku langsung berdetak lebih cepat karena begitu terkejutnya.
.
"Ah, maaf. Bu Yayuk jadi kaget," ujar sebuah suara, yang ternyata papanya si anak.
.
Aku hanya bisa tertawa untuk menetralisir rasa kaget yang belum juga hilang.
.
Aduh, Pak.. besok lagi kalau mau bikin sambutan buat anaknya, koordinasi dulu sama Ibu guru. Secara jantung ini sudah tidak sekuat dulu lagi kalau ketiban kejutan kayak begini. 😂.
.
Ada yang merentangkan tangan ketika si anak keluar dari pintu kelas. Ada juga yang melambaikan tangan menyambut si anak yang berlari menghampiri. Yang lainnya mengembangkan senyum terindah sambil mendatangi buah hatinya. Dan masih banyak cara lainnya. Intinya, lain orang tua, lain pula caranya.
.
Tapi untuk yang satu ini, sungguh 'berbahaya'...
.
"Mas, sudah dijemput," aku memberitahu salah satu anak.
.
"Dijemput papa?" Tanyanya.
.
"Hhmm ibu gak tahu, ya. Nanti kita lihat," ujarku.
Salah satu ibu guru memberitahukan bahwa si anak sudah dijemput. Itu sebabnya, aku tidak tahu siapa yang menjemput si anak.
.
"Ibu buka rolling doornya. Trus kita lihat, ya siapa yang menjemput. Siap - siap ibu hitung. Satu.. Dua.. Tiga," aku menghitung.
.
Saat pintu terbuka, tak ada siapa pun di halaman sekolah. Aku sempat bingung dan sebelum sempat bertanya pada ibu guru, tiba - tiba..
.
"Haa!!" Sebuah suara mengejutkan, terdengar dari balik dinding sekolah.
.
"Aaa!" Gantian aku yang teriak karena terkaget - kaget. Jantungku langsung berdetak lebih cepat karena begitu terkejutnya.
.
"Ah, maaf. Bu Yayuk jadi kaget," ujar sebuah suara, yang ternyata papanya si anak.
.
Aku hanya bisa tertawa untuk menetralisir rasa kaget yang belum juga hilang.
.
Aduh, Pak.. besok lagi kalau mau bikin sambutan buat anaknya, koordinasi dulu sama Ibu guru. Secara jantung ini sudah tidak sekuat dulu lagi kalau ketiban kejutan kayak begini. 😂.
(Posting : fb)
Komentar