Bahagia
Salah satu kegiatan yang dilakukan setiap hari di sekolah adalah mandi
sore. Dan tidak semua anak menyukai kegiatan ini. Seperti Hibri.
.
Ibu guru harus punya cara jitu setiap sore untuk mengajaknya masuk kamar mandi. Keberhasilan bujukan hari ini tidak menjamin bahwa besok hal yang sama akan berhasil juga.
.
Khusus untuk Hibri, harus selalu ada 'inovasi dan terobosan baru' dalam hal bujuk membujuk untuk mandi sore. Karena kegagalan dalam membujuk, akan berimbas pada mood Hibri yang tidak bagus.
.
Dia akan menangis. Bisa juga rewel. Atau bahkan ngambek dengan cara berguling - guling di lantai teras belakang sekolah.
.
Sore ini ketika gilirannya untuk masuk kamar mandi..
.
"Bibi, kita mandi yuk," aku mulai mengajaknya. Aku biasa memanggil Hibri dengan Bibi.
.
Dia tidak menggubris ajakannya. Masih tetap asyik bermain playdough bersama anak lain yang sudah rapi, siap untuk dijemput.
.
"Ayo mandi, Bi," terdengar panggilan ibu guru dari kamar mandi. "Ada air mancur lho?" Beliau mulai membujuk seraya menunjukkan air mancur yang keluar dari slang di kamar mandi. "Air mancurnya tinggi banget!"
.
Mendengar 'keramaian' dari kamar mandi, Hibri pun mengalihkan pandangannya. Melihat dengan kagum air mancur yang dibuat ibu guru. Dan aku pun segera bertindak cepat. Membuka pakaiannya sebelum Hibri berubah pikiran.
.
Tak lama, terdengar suara riang dari kamar mandi. Tampaknya bujukan untuk Hibri hari ini berhasil.
.
Saat sudah keluar dari kamar mandi, aku menyambutnya seraya bertanya, "Hibri bahagia?"
.
Hibri hanya terdiam menatapaku.
.
"Bu Yayuk, anak - anak belum paham kata bahagia," ujar ibu guru mengingatkan sambil tertawa.
.
Ah.. aku lupa. Bersama anak - anak, harus menggunakan kata yang sederhana. Untuk kalian tahu, Nak. Bahagia itu berada satu tingkat diatas senang. 😂.
.
Ibu guru harus punya cara jitu setiap sore untuk mengajaknya masuk kamar mandi. Keberhasilan bujukan hari ini tidak menjamin bahwa besok hal yang sama akan berhasil juga.
.
Khusus untuk Hibri, harus selalu ada 'inovasi dan terobosan baru' dalam hal bujuk membujuk untuk mandi sore. Karena kegagalan dalam membujuk, akan berimbas pada mood Hibri yang tidak bagus.
.
Dia akan menangis. Bisa juga rewel. Atau bahkan ngambek dengan cara berguling - guling di lantai teras belakang sekolah.
.
Sore ini ketika gilirannya untuk masuk kamar mandi..
.
"Bibi, kita mandi yuk," aku mulai mengajaknya. Aku biasa memanggil Hibri dengan Bibi.
.
Dia tidak menggubris ajakannya. Masih tetap asyik bermain playdough bersama anak lain yang sudah rapi, siap untuk dijemput.
.
"Ayo mandi, Bi," terdengar panggilan ibu guru dari kamar mandi. "Ada air mancur lho?" Beliau mulai membujuk seraya menunjukkan air mancur yang keluar dari slang di kamar mandi. "Air mancurnya tinggi banget!"
.
Mendengar 'keramaian' dari kamar mandi, Hibri pun mengalihkan pandangannya. Melihat dengan kagum air mancur yang dibuat ibu guru. Dan aku pun segera bertindak cepat. Membuka pakaiannya sebelum Hibri berubah pikiran.
.
Tak lama, terdengar suara riang dari kamar mandi. Tampaknya bujukan untuk Hibri hari ini berhasil.
.
Saat sudah keluar dari kamar mandi, aku menyambutnya seraya bertanya, "Hibri bahagia?"
.
Hibri hanya terdiam menatapaku.
.
"Bu Yayuk, anak - anak belum paham kata bahagia," ujar ibu guru mengingatkan sambil tertawa.
.
Ah.. aku lupa. Bersama anak - anak, harus menggunakan kata yang sederhana. Untuk kalian tahu, Nak. Bahagia itu berada satu tingkat diatas senang. 😂.
(Posting : fb)
Komentar