Pencitraan

Aku tidak suka tomat. Tapi demi sebuah contoh baik, maka rasa tidak suka ini harus diabaikan. Setidaknya dihadapan anak - anak. 😊.
.
Jadi, begini ceritanya...
Menurut ibu guru, anak - anak adalah peniru ulung. Pun dalam hal makan sesuatu. Mereka melihat orang - orang dilingkungan sekitarnya.
.
Misal, orang tuanya suka sayuran. Biasa makan sayuran, maka kemungkinan besar si anak pun akan memiliki kesukaan yang sama terhadap sayuran. Juga sebaliknya. Ketika orang tua tidak suka sayuran, tidak terbiasa menghidangkan sayuran, maka si anak pun biasanya tidak suka pada sayuran. Atau pilih - pilih jenis sayuran tertentu saja.
.
Itu sebabnya, ketika di sekolah, ada 'aturan' tidak tertulis untuk ibu guru. Betapa pun tidak sukanya pada satu jenis makanan tertentu, ketika dihadapan anak - anak, ketidaksukaan ini tidak boleh diperlihatkan. Ibu guru tetap harus memakan makanan itu dengan menunjukkan wajah yang mengekspresikan rasa suka.
.
Maka ketika melihat Varo menyingkirkan potongan tomat saat makan siang, aku pun berkata, "Itu enak lho. Dimakan, ya."
.
Varo menatapku tidak yakin. Seakan berkata, 'ibu bohong, ya?' 😀.
.
Lalu tanpa berkata, aku beranjak mengambil sepiring sayur sop lengkap dengan semua sayurannya. Kemudian duduk kembali disebelah Varo.
.
"Lihat, nih. Tomatnya ibu makan, ya," aku menunjukkan potongan tomat disendok yang diselipi dengan irisan bakso dan sosis. Dua bahan yang disebut belakangan diperlukan sebagai 'penetralisir' rasa tomat yang tak kusukai. 😜
.
"Hhhmmm...... enak.. Rasa tomatnya bercampur dengan bakso dan sosis, jadi ada rasa kecut, asin, gurih. Sedap banget," aku memberi 'ulasan' layaknya seorang yang ahli dibidang masakan. Tak lupa ekspresi wajah yang menunjukkan kenikmatan rasa luar biasa. Pakai acara memejamkan mata dan kedua tangan mengacungkan dua jempol. Mirip video - video tentang makanan. 😂.
.
Tak dinyana, ternyata anak - anak menyaksikan aksiku dengan begitu 'takjub'. Mereka menghentikan kegiatan makannya hanya untuk melihatku.
.
Apakah kemudian mereka tertarik untuk makan tomat?
.
Tentu saja tidak. Mereka masih belum mau makan tomat. Mungkin mereka sudah tahu, bila aksiku yang tadi hanya sekedar akting. Pencitraan saja. 😂.

(Posting : fb)

Komentar

Postingan Populer